Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Sampah Menumpuk Di Jalan Menuju Pantai Kualo Unib Depan, Kelurahan Beringin Raya, DLH Kota Tak Berdaya

Kelurahan Beringin Raya tampak sampah menumpuk, Senin (3/4). Foto - Hasnul Kasdi Radar Informasi News.Com
Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu – Permasalahan sampah di Kota Bengkulu sepertinya tidak akan pernah usai, ini dilihat dari makin banyaknya tumpukan sampah yang menggunung di jalan menuju pantai Kualo Unib depan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Drs. Riduan, S.IP., M.Si., yang dikonfirmasi terkait tumpukan sampah di jalan menuju pantai Kualo Unib Depan mengungkapkan memang sulit di daerah Beringin Raya tersebut karena sudah pernah dijaga 24 jam dalam sebulan penuh, gotong royong kebersihan dan selalu berulang warga kembali membuang sampah disana. “Dengan banyaknya tumpukan sampah yang sekarang ini, petugas kami tidak sanggup untuk mengangkatnya kalau tidak dibantu masyarakat gotong royong atau menyiapkan alat berat (Beko),” ujar Kadis Riduan yang dihubungi via seluler, Senin (3/4).

“Untuk menyewa alat berat (Beko), DLH Kota tidak memiliki anggaran,” lanjut Riduan.

Disampaikan Riduan, setiap dibersihkan pasti akan terjadi tumpukan sampah lagi disana. “Kita sudah minta Lurah Beringin Raya dan Camat Muara Bangkahulu untuk mengajak masyarakat gotong royong dimana nantinya petugas kami juga ikut bergotong royong bersama masyarakat,” sampai Riduan.

Ketika disinggung ketiadaan kontainer disana yang membuat sampah berserakan, dibantah dengan tegas oleh Kadis DLH.

“Dulu ada kontainer disana juga ada tumpukan sampah, itu cuma sekedar alasan. Ada ataupun tidak adanya kontainer di kota ini yang menjadi tumpukan sampah yang tidak terkendali itu di daerah Beringin Raya dan Lapangan Golf,” tegas Riduan.

Sementara itu diungkapkan oleh Lurah Beringin Raya Lena Hayati, S.P., bahwa di awal tahun ini adanya kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh Kasatpol PP, perwakilan DLH Kota, Bhabinkamtibmas, Pemilik Lahan dan Lurah Beringin Raya.

“Dalam kesepakatan bersama tersebut pemilik lahan bersedia untuk ditempatkan kembali kontainer pada lahan miliknya dengan syarat sampah tersebut diangkut dua hari sekali,” ungkap Lurah Lena.

Ditambahkan Lurah Lena, keberadaan kontainer di sana sangat diperlukan, namun saat ini adanya kebijakan dari DLH Kota yang menarik seluruh kontainer di daerah pemukiman termasuk di daerah pantai kualo tersebut.

“Di dalam kesepakatan bersama itu juga Kabid DLH bersedia menyanggupi untuk menyediakan kontainer dan kontinyu melakukan pengangkutan sampah, serta berupaya membuat lantai permanen agar memudahkan dalam pengangkutan sampah dan tidak berserakan,” demikian Lena Hayati.(HKS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *