Bengkulu, – Bagi para pecinta kopi, memilih jenis gilingan kopi ternyata memengaruhi tidak hanya cita rasa, tetapi juga dampak kesehatannya. Praktisi kopi asal Bengkulu, Hery Supandi, menyarankan agar masyarakat lebih memilih kopi dengan gilingan kasar dibandingkan yang terlalu halus.
Hal tersebut disampaikannya saat pelatihan jurnalistik wartawan ekonomi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, bertempat di usaha Kopi Lestari, Desa IV Suku Menanti, Kabupaten Rejang Lebong, pada Minggu (25/5).
“Kalau kopi digiling terlalu halus, saat diseduh dan diaduk, bubuknya akan larut dalam air. Akibatnya, ampasnya ikut terminum dan itu kurang baik jika dikonsumsi terus-menerus,” ujar Hery, yang juga dikenal sebagai barista kopi dari KM Nol.
Menurutnya, penggunaan gilingan kasar membuat bubuk kopi lebih mudah mengendap setelah diseduh, sehingga tidak ikut terminum. Selain menjaga kenikmatan rasa, cara ini juga dinilai lebih aman bagi pencernaan.
Ia menambahkan, banyak kedai kopi modern kini mulai menerapkan metode penyaringan setelah penyeduhan. Ampas kopi disaring terlebih dahulu sebelum disajikan kepada pelanggan, guna memastikan cita rasa tetap terjaga dan kopi lebih nyaman dinikmati.
“Penyaringan setelah seduh jadi solusi. Ini yang dilakukan di banyak kedai kopi sekarang agar kopi tetap nikmat dan bersih dari ampas,” jelasnya.
Melalui edukasi ini, Hery berharap masyarakat lebih bijak dalam menikmati kopi, terutama dalam memilih metode penyeduhan yang tepat agar manfaat kopi tetap optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan.(Iwan)















