Bengkulu – Provinsi Bengkulu yang saat ini memasuki Musim kemarau membuat para petani gelisah terhadap pertumbuhan tanaman perkebunan. Alasanya, penaburan pupuk selama musim kemarau dan kandungan unsur hara yang ada pada pupuk tidak terserap maksimal karena tidak adanya air yang membantu proses peleburan. Karenanya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Helmi Yuliandri menghimbau, para petani harus waspada selama musim kemarau, dalam penaburan pupuk pada perkebunan. “Selain itu, petani juga dapat menggunakan metode penyemprotan pupuk melalui daun atau aplikasi foliar untuk memberikan air sekaligus unsur hara pada tanaman,” ujarnya, Rabu (23/8/23). Lebih lanjut, helmi menambahkan Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman menjadi layu dan bahkan mati. Karenanya petani diminta menyiram tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau yang kering. “Kiat lainnya adalah mengurangi daun tidak produktif pada tanaman akan membantu mengurangi tempat berteduh bagi hama. Dengan demikian, resiko infestasi hama dapat dikurangi, sambil tetap menjaga tanaman dalam kondisi baik,” Tutup Helmi.(Tedy)
















