https://radarinformasinews.com/wp-content/uploads/2022/08/42538733-0798-4390-a043-98635d197dee.jpg

Terkait TBS, Dinas TPHP Provinsi Datangi PKS di Kaur

  • Bagikan
Saat sidak PKS di Kaur oleh Kadis TPHP Provinsi Ir Ricky Gunarwan bersama jajarannya, Jumat (4/6)

Bengkulu – Soal Tandan Buah Segar (TBS) tak kunjung dibeli, jadi keluhan khususnya kalangan petani sawit. Malah saat ini terjadi antrean penjualan TBS di Pabrik Kelapa Sawit (PKS), terjadi di mana – mana.

Merespon hal tersebut, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu mengunjungi PKS miliki PT. Anugerah Pelangi Sejahtera (APLS) di Kabupaten Kaur ,Jum’at (4/6)

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu Ir. Ricky Gunarwan mengatakan, TBS dibeli PKS secara terbatas. Bahkan, sudah banyak PKS tutup tidak melayani pembelian TBS saat ini.
Penyebabnya, saat ini sedang di masa panen puncak TBS yang mana menyebabkan banjir buah di mana-mana. Kemudian, karena beberapa waktu lalu larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) sempat dihentikan oleh Pemerintah Pusat.
Saat ini sudah dibuka kembali, membuat tangki penyimpanan milik PKS ini penuh. Ini membutuhkan waktu untuk dapat menyalurkan hasil produksi tersebut, agar dapat menampung CPO kembali.
“Kami juga mendapat informasi terkait ekspor CPO ini, masih dibatasi pengirimannya, sehingga wajar saja terjadi penumpukan di tangki penimbunan dibeberapa PKS di Provinsi Bengkulu, termasuk Kaur.
Kami juga akan bersurat kepemerintah Pusat terkait permasalah yang terjadi didaerah saat ini, sangat merugikan banyak pihak,”terang Ricky.

Bahkan adanya keluhan sopir angkutan TBS yang tak kunjung mendapatkan kepastian kapan TBS bisa di beli oleh PKS, hingga saat ini masih tetap Antrian di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT. Anugerah Pelangi Sukses (APLS)

Salah satu sopir Truk TBS yang mengantri Epri (38) Warga Bengkulu Selatan mengatakan,TBS ini dibawa dari Bengkulu Selatan, sudah empat hari, empat malam mengantri tanpa kejelasan kapan TBS ini bisa di bongkar untuk dibeli Pabrik.

Untuk muatan yang dibawa ini seberat 20 ton dan saat ini kondisi brondol buah sudah mulai berjatuhan, yang mana tentunya akan mempengaruhi berat timbangan pada saat penjualan nanti.

“Kami berharap ada kejelasan kapan TBS kami bisa dibeli, mengingat untuk unang jalan sudah habis dipakai untuk keperluan mengantri tanpa kejelasan ini, setelah itu belum lagi waktu yang dikorbankan harus berpisah dengan keluarga, tolong nasib kami pak,”ungkapnya

Sementara itu, Asisten Kepala (Askep) PT APLS Bintang HG yang berada di Desa Beriang Tinggi Kecamatan Tanjung Kemuning penyimpanan CPO berkapasitas 1.600 metrik ton (MT) 1 tangkinya.
PT APLS memiliki dua tangki, dengan kapasitas produksi pengolahan TBS 60 ton perjam. Untuk CPO dikirim ke Sumatra Barat, dengan pengirimannya terbatas.

Ini membuat penggunaan tangki penyimpanan ini dapat digunakan kembali membutuhkan waktu.

“Kami belum bisa pastikan kapan kami akan membeli TBS kembali, karna saat ini stok TBS kami yang belum diolah masih cukup banyak, namun ketika kami sudah bisa mengirim kembali CPO ke padang, otomatis TBS akan kami tampung kembali secara bertahap,” pungkasnya. (09/Adv)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.