Bengkulu, – Insiden yang mencoreng citra pariwisata Kota Bengkulu kembali viral di media sosial. Setelah sebelumnya publik dihebohkan dengan dugaan pemaksaan biaya sewa pondok hingga Rp1 juta di salah satu kawasan wisata, kini peristiwa serupa kembali terjadi dan menuai kecaman luas dari warganet, Minggu (21/12).
Kali ini, kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Bengkulu Info. Dalam video itu, tampak seorang pengunjung merekam perdebatan dengan seorang ibu yang diduga mengelola parkir di kawasan wisata Pantai Jakat. Ibu tersebut terlihat memaksa pengunjung untuk membilas badan di kamar mandi miliknya usai mandi di pantai. Namun, pengunjung menolak karena merasa tidak berkewajiban menggunakan fasilitas tersebut.

Aksi tersebut sontak memancing reaksi keras dari warganet. Kolom komentar di unggahan Bengkulu Info dipenuhi beragam tanggapan, mulai dari kecaman, kekecewaan, hingga kekhawatiran terhadap citra pariwisata Bengkulu. Banyak netizen menilai kejadian seperti ini dapat merugikan daerah, terutama dalam menarik minat wisatawan dari luar.
“Berpikir dua kali nak ke Bengkulu,” tulis akun Pipi Aprianti, yang komentarnya mendapat banyak respons dan dukungan dari pengguna Facebook lainnya. Tak sedikit pula warganet yang meminta pemerintah daerah dan pengelola wisata untuk segera turun tangan dan menertibkan praktik-praktik yang dinilai meresahkan pengunjung.
Sejumlah komentar lain menilai bahwa ulah oknum di kawasan wisata berpotensi merusak kepercayaan publik dan menciptakan kesan tidak ramah bagi wisatawan. Padahal, Bengkulu memiliki potensi wisata alam yang besar, khususnya wisata pantai, yang selama ini menjadi daya tarik utama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pengelola kawasan wisata, terkait video viral tersebut. Warganet berharap kejadian ini menjadi perhatian serius agar tidak terus berulang dan merugikan nama baik Kota Bengkulu di mata wisatawan.(Iwan)















