Bengkulu, – Pembangunan jalan di kawasan Air Sebakul, Kota Bengkulu, menuai keluhan dari warga. Bukan soal proyek perbaikan jalannya, melainkan sistem buka tutup jalan yang dianggap terlalu lama sehingga menimbulkan antrean panjang kendaraan.
Pantauan di lapangan, pekerjaan peningkatan jalan dari simpang Air Sebakul menuju jembatan ring road Air Sebakul telah berlangsung beberapa waktu terakhir. Selama pengerjaan, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup oleh petugas di lokasi. Namun, sejumlah pengguna jalan mengaku kesal karena durasi penutupan seringkali terlalu lama.
“Seharusnya maksimal 10 sampai 15 menit jalan ditutup, lalu dibuka kembali agar kendaraan bisa jalan bergantian. Ini kadang bisa setengah jam lebih, akhirnya antrean mengular dan aktivitas warga jadi terganggu,” ujar salah seorang pengendara yang melintas, Minggu (7/9).
Kondisi ini membuat banyak warga yang terburu-buru menuju kantor, sekolah, maupun pasar harus terjebak macet panjang. Selain memicu emosi pengendara, situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan kemacetan parah di jam-jam sibuk.
Warga berharap agar pihak kontraktor maupun petugas pengatur lalu lintas lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat. “Kami tidak menolak pembangunan jalan, justru senang kalau akses diperbaiki. Tapi tolong juga pikirkan kami yang tiap hari lewat sini, jangan sampai kegiatan harian jadi terhambat,” tambah warga lainnya.
Proyek peningkatan jalan di Air Sebakul sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur transportasi. Namun, koordinasi di lapangan terkait sistem buka tutup jalan masih perlu evaluasi agar berjalan lebih efektif.
Dengan manajemen lalu lintas yang lebih baik, diharapkan pembangunan tetap lancar sekaligus tidak mengganggu mobilitas warga.(Iwan)















