Bengkulu – Tidak banyaknya buku cerita berbahasa daerah di Provinsi Bengkulu membuat Kantor Bahasa Provinsi (KBP) Bengkulu melakukan seleksi penulisan buku cerita berbahasa daerah, yang sudah diselenggarakan pada awal tahun lalu dimana hingga saat ini terkumpul 20 naskah yang sudah diterjemahkan dan dilakukan lokakarya disalah satu hotel berbintang di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu pada Selasa, 16 Mei 2023.
Hellen Astria, M.Pd., selaku Koordinator KKLP Penerjemahan Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu mengatakan di tahun 2022 KBP Bengkulu mulai mencetak buku cerita berbahasa daerah dengan jumlah yang dicetak tidak banyak.
“Awalnya kami menargetkan pada tahun 2023 ini hanya ada 3 judul cerita anak berbahasa daerah, tapi akhirnya menjadi 17 judul, dan digenapkan menjadi 20 judul dimana ada perwakilan dari KBP Bengkulu,” kata Hellen, Selasa (16/5).
Lebih lanjut disampaikan Hellen, direncanakan dari 20 judul cerita anak berbahasa daerah yang terpilih akan dicetak yang akan menjadi bahan bacaan untuk anak-anak usia B2 dan usia 7 tahun hingga 9 tahun.
“Sasaran pembaca cerita anak berbahasa daerah ini sudah kami tetapkan yakni anak-anak Sekolah Dasar (SD). Hal ini merupakan upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan bahasa daerah sejak dini,” sampai Hellen.
Sementara itu, salah seorang penulis buku berbahasa daerah yang menjadi peserta lokakarya, Bela Wilianti mengungkapkan bahwa cerita berbahasa daerah yang diikutkannya dalam seleksi ini memiliki lima tema yaitu Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics (STEAM).
“Saya memilih tema Science dari lima tema yang ada yaitu bercerita tentang lingkungan dimana yang saya angkat itu tentang Bunga Rafflesia,” ungkap Bela.
Kemudian ditambahkan Bela, melalui cerita anak berbahasa daerah yang dirinya tulis tersebut, diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh anak-anak di Provinsi Bengkulu, tekhusus bagi anak-anak yang merupakan penutur bahasa daerah Melayu Bengkulu, dialek Serawai Seluma.
“Karena bahasa yang saya gunakan dalam cerita ini berbahasa daerah dialek Serawai Seluma, semoga dapat menambah kosakata bahasa daerah dialek Seluma juga bagi pembaca terutama bagi anak-anak yang di daerah tersebut maupun diseluruh wilayah Indonesia ini,” pungkas Bela yang sehari-harinya bekerja sebagai jurnalis.(HKS)















