Alaku
Alaku
Alaku

Tumbuhkan Tunas Indonesia Hebat melalui Pramuka dan Pengalaman Bersama

Cloud Hosting Indonesia

Bogor, Jawa Barat, — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penguatan pendidikan karakter melalui pengalaman belajar yang membangun kemandirian, kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama. Upaya tersebut diwujudkan melalui Perkemahan Anak Indonesia Hebat Tahun 2026 yang mengusung tema “Tunas Aman, Sekolah Nyaman”.

Kegiatan ini diikuti oleh 407 murid jenjang SMP dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat, tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, pada Senin (8/10).

“Kegiatan ini adalah bagian dari penguatan pendidikan karakter yang kita selenggarakan dengan pendekatan yang humanis, inklusif, partisipatif dan penguatan _hidden curriculum_. Pramuka menjadi salah satu sarana untuk kita memperkuat pendidikan karakter dengan jiwa dan patriotisme kepanduan. Kepramukaan juga bagian dari upaya kami menumbuhkan rasa cinta tanah air, bersahaja, kebersamaan sesuai dengan tema perkemahan ini kita ingin agar ‘Tunas Aman Sekolah Nyaman’,” ungkap Mendikdasmen.

Ia menegaskan bahwa Pramuka tidak semata-mata diposisikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter melalui pengalaman yang dijalani murid. Semangat Pramuka dan nilai-nilai Dasa Darma diharapkan mendorong murid membangun hubungan yang baik dengan sesama, bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara, serta tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan berkepribadian utama.

Mendikdasmen berharap Perkemahan Anak Indonesia Hebat dapat menumbuhkan optimisme murid sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, filosofi tunas sebagai simbol harapan, optimisme, dan regenerasi menjadi semangat bagi murid untuk tumbuh menjadi anak-anak Indonesia yang hebat, mandiri, disiplin, serta mampu membangun persahabatan dan bekerja sama.

“Melalui perkemahan ini kami ingin kalian semua menjadi tunas-tunas Indonesia menjadi anak-anak Indonesia yang hebat. Ikutilah semua kegiatan dengan sebaik-baiknya, jalin persahabatan, jalin kebersamaan, disiplin, dan tentu saja ciri Pramuka adalah saling bekerja sama, bahu-membahu dalam kita melaksanakan semua tugas yang diberikan kepada kita,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan Perkemahan Anak Indonesia Hebat dirancang untuk mengimplementasikan program-program prioritas kementerian yang berkaitan dengan anak. “Maksud dan tujuan Perkemahan Anak Indonesia Hebat adalah menumbuhkan generasi muda yang berkarakter kuat, adaptif, kolaboratif, mandiri, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa,” ungkap Gogot.

Berbagai kegiatan disiapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang edukatif, rekreatif, sekaligus kompetitif. Peserta mengikuti Ruang Perjumpaan, gelar wicara, kegiatan kepemimpinan, Giat Rotasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, api unggun, seni budaya, kuis, serta Pasar Gagasan berbasis STEAM (_Science, Technology, Engineering, Art, dan Math_).

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Perkemahan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari kolaborasi dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda. “Pada tahun ini, Perkemahan Anak Indonesia Hebat telah memberikan perhatian yang semakin kuat pada budaya sekolah aman dan nyaman. Kwartir Nasional menyambut baik penguatan ini karena semangat membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, saling menghormati, dan saling menjaga sesungguhnya telah sejak lama ditanamkan dalam pendidikan gerakan Pramuka melalui Trisatya dan Dasadarma,” jelas Budi.

Direktur Sekolah Menengah Pertama, Mulyani Mega Hapsari, menjelaskan bahwa peserta mendapatkan pengalaman melalui berbagai aktivitas. “Untuk materinya sudah kita rancang, ada materi-materi yang di mana pertama mereka harus bekerja sama untuk bagaimana mendirikan tenda, terus nanti ada juga ‘belanja ide’, ada materi terkait dengan STEAM, ada materi terkait dengan sosialisasi dengan lingkungan sekitar dan seterusnya. Mudah-mudahan setelah dari kegiatan ini tidak berhenti di kegiatan ini saja tetapi juga bisa meneruskannya dan mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari,” jelas Mega.

Dini Safitri, guru pendamping dari SMP Negeri 28 Kota Tangerang, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi murid untuk belajar disiplin, mandiri, terampil, dan bertanggung jawab. “Kegiatan ini adalah kegiatan yang positif untuk mendukung Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di mana anak-anak di sini belajar disiplin dan teratur selama lima hari ke depan. Harapan saya, murid-murid bisa belajar lebih mandiri, lebih terampil, dan lebih bertanggung jawab untuk dirinya sendiri dan untuk ke depannya nanti,” ujar Dini.

Bagi murid, perkemahan menjadi ruang untuk memperoleh pengalaman baru, membangun relasi, dan belajar mandiri. Muhammad Fikry, peserta dari SMP Negeri 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengatakan dirinya tertarik mengikuti kegiatan karena terdapat beragam aktivitas dan kesempatan bertemu teman-teman dari berbagai daerah.

Sementara itu, Adellia Nafia, peserta dari SMP Negeri 28 Kota Tangerang, mengatakan pengalaman mengikuti perkemahan selama lima hari memberinya kesempatan mengenal teman-teman baru sekaligus belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri. “Ini merupakan perkemahan lima hari dan banyak penggalang dari berbagai daerah sehingga saya punya banyak teman baru. Ini juga salah satu momen saya jauh dari keluarga sehingga saya bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mandiri,” ungkapnya.(Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *