Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Nilai Tukar Petani Bengkulu Naik, Aktivitas Transportasi Laut dan Udara Tunjukkan Tren Positif

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis sejumlah indikator ekonomi dan transportasi terbaru pada Senin (3/8/2026). Data tersebut menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani yang tercermin dari naiknya Nilai Tukar Petani (NTP), diikuti aktivitas transportasi laut dan udara yang tetap bergerak positif selama Juni 2026.

BPS mencatat NTP Provinsi Bengkulu pada Juli 2026 mencapai 200,18, atau meningkat 1,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,54 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru mengalami penurunan 0,13 persen.

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga mengalami peningkatan. Pada Juli 2026, NTUP tercatat sebesar 197,01, atau naik 1,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendapatan usaha pertanian mengalami perbaikan dan memberikan sinyal positif terhadap sektor pertanian di Bengkulu.

Di sektor transportasi, aktivitas angkutan laut melalui pelabuhan di Bengkulu juga menunjukkan pergerakan yang stabil. Selama Juni 2026, jumlah lalu lintas angkutan laut tercatat sebanyak 90 kapal, dengan total 2.217 penumpang.

Sementara itu, volume barang yang dibongkar dan dimuat melalui Pelabuhan Pulau Baai mencapai 312.381 ton, mencerminkan masih tingginya aktivitas distribusi barang melalui jalur laut.

Pada sektor transportasi udara, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu melayani 399 penerbangan selama Juni 2026. Jumlah penumpang yang dilayani mencapai 44.972 orang, sedangkan volume barang yang diangkut tercatat sebanyak 118.375 kilogram.

Untuk bandara perintis, Bandara Mukomuko mencatat 34 penerbangan dengan 244 penumpang, sementara Bandara Enggano juga melayani 34 penerbangan dengan total 327 penumpang.

Rilis BPS ini menjadi gambaran bahwa sektor pertanian di Bengkulu terus membaik, sementara mobilitas masyarakat dan distribusi barang melalui jalur laut maupun udara tetap terjaga sebagai penopang aktivitas ekonomi daerah.(Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *