Bengkulu, – Partai Perindo memperkuat konsolidasi organisasi di Provinsi Bengkulu melalui Workshop Bedah Daerah Pemilihan (Dapil). Selain memastikan kesiapan struktur menghadapi verifikasi partai politik 2027, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membaca kembali peta politik daerah dan memperkuat kerja partai menuju Pemilu 2029.
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Kaderisasi, Juang Akbar Magenda, mengatakan workshop memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat struktur organisasi agar memenuhi persyaratan administrasi verifikasi partai politik pada 2027 dan membangun konsolidasi internal untuk menghadapi Pemilu 2029.
“Workshop DPW Partai Perindo Bengkulu memiliki dua tujuan utama, pertama adalah penguatan struktur organisasi demi terpenuhinya syarat administrasi verifikasi partai politik pada tahun 2027 dan yang kedua adalah konsolidasi internal untuk pemenangan Partai Perindo Bengkulu pada Pemilu 2029,” kata Juang.
Bengkulu menjadi salah satu wilayah yang memiliki ruang konsolidasi bagi Perindo. KPU mencatat terdapat 1.503.923 pemilih pada Pilkada 2024 yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Pada Pemilu 2024, Perindo memperoleh 59.050 suara untuk DPRD Provinsi Bengkulu. Perolehan tersebut tersebar di tujuh dapil, dengan suara tertinggi 12.790 di Dapil Bengkulu 7 dan 10.457 di Dapil Bengkulu 1.
Juang mengatakan Perindo juga memiliki modal organisasi berupa 21 anggota legislatif yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Bengkulu. Partai Perindo memiliki fraksi penuh di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Kepahiang. Keberadaan kader di legislatif dinilai menjadi modal untuk memperkuat kerja partai sekaligus memperluas kehadiran di tengah masyarakat.
“Tentu ini semua menjadi modal dasar yang kuat untuk Partai Perindo melangkah ke depan. Arahan Ketua Umum Ibu Angela Tanoesoedibjo jelas, Partai Perindo harus lolos parlemen 2029 dan salah satu penyumbang suara terbanyaknya ada dari Provinsi Bengkulu. Itulah yang menjadi tujuan diadakannya Workshop ini,” ujar Juang.
Ketua DPW Partai Perindo Bengkulu Yurman Hamedi mengatakan konsolidasi tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara struktur pusat dan daerah. Menurut dia, kekompakan diperlukan agar seluruh jajaran memiliki arah kerja yang sama dalam menghadapi agenda partai ke depan.
“Kami ingin konsolidasi ini semakin mempererat hubungan antara DPP dan DPW. Jarak boleh memisahkan tempat, tetapi semangat dan hati kita harus tetap menyatu. Tidak ada lagi ‘kami dan kalian’, yang ada adalah kita sebagai satu keluarga besar Partai Perindo. Perbedaan dalam diskusi adalah hal yang wajar, tetapi arah kita tetap satu, yaitu membesarkan Partai Perindo dan menghadirkan kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan kekompakan pengurus, arahan DPP, dan kerja nyata di tengah masyarakat, kami siap memperkuat Partai Perindo Bengkulu menuju Pemilu 2029,” ujar Yurman.
Juang menambahkan, konsolidasi menuju 2029 tidak cukup hanya berbicara mengenai struktur dan angka elektoral. Kader juga perlu memiliki kerja yang relevan dengan persoalan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat Perindo Pro Ekonomi, yang menempatkan perluasan kesempatan ekonomi dan peningkatan produktivitas masyarakat sebagai bagian dari kerja politik partai.
Dengan basis kader legislatif yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, konsolidasi Perindo Bengkulu diarahkan untuk memperkuat hubungan antara struktur partai, anggota legislatif, dan masyarakat. Kerja tersebut mencakup isu-isu yang dekat dengan kehidupan warga, termasuk produktivitas pertanian, perdagangan, akses pasar, dan penguatan pelaku usaha.
Bagi DPW Bengkulu, penguatan organisasi dan kerja ekonomi masyarakat menjadi dua sisi yang saling berkaitan. Struktur yang solid diharapkan mampu menerjemahkan agenda Perindo Pro Ekonomi menjadi kerja yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi fondasi menghadapi tahapan verifikasi 2027 dan Pemilu 2029.(Rls/Raffa)















