“Sore ko kito duduk di jembatan kualo ajo dak sanak nengok ladies banyak ko” ucap sang kawan 16 Tahun lalu
Itula sepenggal ucapan yang disampaikan sang kawan pada tahun 2010 lalu. Ya, masa masa itu Jembatan Kualo kota Bengkulu sedang familiarnya menjadi kawasan tongkrongan anak muda era Milenial.
Tak ada penjual Es, Tak ada penjual jagung bakar. Melainkan hanya sekedar duduk nongkrong di Jembatan Kualo sembari menunggu waktu azan Magrib tiba.
Jembatan Kualo kota Bengkulu yang dibangun sekitar tahun 2007an menjadi penghubung kawasan jalur lalu lintas barat dengan akses jalur kawasan yang dimulai dari pesisir pasir putih pantai panjang.
Kawasan ini menjadi tongkrongan anak muda remaja milenial dikarenakan dari atas Jembatan Kualo kita bisa melihat vibes sungai kualo serta persawahan indah yang membentang di dekat pinggir sungai.
Namun, pada era perkembangan tongkrongan cafe di tahun 2016/2017an. Tongkrongan Jembatan Kualo perlahan mulai memudar hingga akhirnya saat ini benar benar ditinggalkan pengunjung.
Memasuki era tahun 2022 atau tepatnya masa berakhirnya pandemi Covid -19. Remaja Milenial sudah memiliki fase kehidupan baru, mereka yang dulunya sering nongkrong di Jembatan Kualo sebagian sudah memiliki aktivitas baru dan bekeluarga.
Jembatan Kualo yang dulunya jadi tongkrongan anak milenial sekarang hanyala sebuah cerita remaja milenial pada 16 tahun lalu.
Sekarang, sejak era tahun 2022 hingga 2026, tongkrongan cafe kian menjamur di kota Bengkulu. Anak anak remaja sekarang juga bukan berasal dari Milenial melainkan dari kaum Gen Z.
Memesan secangkir kopi di cafe cafe hits kota Bengkulu, membuat remaja ini lebih domain menghabiskan waktu tongkrongan di cafe cafe.
Transisi seperti ini sangatla wajar, karena masa masa itu juga akan berubah pada era 10 hingga 15 tahun ke depan lagi. ❤️
Bersambung..(**)















