Rejang Lebong, Radar Informasi News, – SMKN 1 Rejang Lebong kembali membuka penjaringan lulusan untuk bekerja di Jepang. Pada recruitment batch 3 yang dijadwalkan berlangsung 7-9 September 2026, sekolah tersebut menargetkan 15 lulusan berhasil lolos dari total 30 peserta yang akan dipilih dari SMK se-Provinsi Bengkulu.
Program tersebut merupakan kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu bersama SMK se-Provinsi Bengkulu dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mulya Mandiri Abadi (MMA) Tasikmalaya, Jawa Barat. SMKN 1 Rejang Lebong menjadi salah satu inisiator program sekaligus melakukan penjaringan calon peserta di tingkat sekolah.
Kepala SMKN 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Suparman, M.Pd., mengatakan pihak sekolah telah memiliki pengalaman dalam dua proses recruitment sebelumnya Pada batch pertama tahun 2024, sebanyak 13 lulusan SMKN 1 Rejang Lebong dinyatakan lolos dan berangkat bekerja ke Jepang. Jumlah tersebut kemudian bertambah 12 orang pada batch kedua tahun 2025.
“Batch pertama 13 orang, kemudian batch kedua 12 orang. Untuk batch ketiga ini kami menargetkan 15 orang,” kata Asep.
Untuk batch ketiga, sebanyak 30 lulusan SMK se-Provinsi Bengkulu akan mengikuti proses seleksi untuk penempatan di Gaia International Japan yang bergerak di bidang pengolahan makanan.
Seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan. Peserta terlebih dahulu menjalani psikotes, termasuk tes kejujuran, untuk menilai karakter dan kesesuaian calon pekerja. Tahapan berikutnya berupa medical check-up untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta sebelum menjalani proses keberangkatan dan bekerja di Jepang.
“Peserta yang dinyatakan lolos kemudian mengikuti pembekalan bahasa Jepang, budaya dan keterampilan kerja. Pembekalan tersebut dilaksanakan di Tasikmalaya dengan pendampingan LPK MMA,” ungkap Asep.
Menurut Asep, proses penjaringan di SMKN 1 Rejang Lebong juga mempertimbangkan keaktifan calon peserta dalam mengikuti ekstrakurikuler Bahasa Jepang serta keterampilan lain yang dimiliki.
“Penjaringannya cukup ketat. Salah satunya keaktifan mengikuti ekstrakurikuler Bahasa Jepang dan beberapa skill lainnya,” ujarnya.
Nantinya, sambung Asep, seluruh kepala SMK yang terlibat dalam program tersebut dijadwalkan mengikuti meeting bersama pihak LPK MMA pada 7 September 2026.
Selain recruitment batch 3, program berikutnya dijadwalkan pada 27 Februari 2027. Sebanyak 60 lulusan SMK se-Provinsi Bengkulu yang nantinya akan difasilitasi oleh perusahaan JIAEC (Japan Indonesia Economic Center), untuk kemudian disalurkan magang dan bekerja di sektor industri Jepang.
“Dengan dua batch sebelumnya, total 25 lulusan SMKN 1 Rejang Lebong telah lolos dan bekerja di Jepang. Pada batch ketiga, kita kembali menyiapkan lulusan untuk mengikuti proses seleksi dengan target 15 orang,” pungkasnya.(Arie/**)















