Bengkulu, – Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi Bengkulu memasuki babak baru kepengurusan periode 2026–2030. Dalam musyawarah organisasi yang digelar di Bengkulu, Rahmad Mulyadi S.Sos., MM dipercaya memimpin POBSI Provinsi Bengkulu setelah terpilih secara aklamasi.

Kepercayaan tersebut menjadi modal awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi biliar Bengkulu di tingkat nasional.
Rahmad mengatakan, amanah yang diberikan para pengurus daerah akan dijawab dengan program pembinaan yang lebih terarah. Fokus utama POBSI Bengkulu ke depan adalah mempersiapkan atlet agar mampu bersaing mulai dari tingkat daerah, Pra-PON hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Dengan dukungan KONI, kami akan melakukan berbagai kegiatan pembinaan untuk para atlet menuju jenjang nasional. Baik menghadapi Pra-PON maupun PON,” ujar Rahmad.
Ia optimistis prestasi biliar Bengkulu masih dapat terus dikembangkan. Pengalaman saat memimpin POBSI pada 2019 menjadi salah satu pijakan untuk memasang target lebih tinggi. Saat itu, cabang olahraga biliar berhasil menyumbangkan dua medali emas bagi Provinsi Bengkulu.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa biliar memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu cabang olahraga andalan daerah.
KONI Dorong Prestasi Biliar Naik Level
Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dali Sukma, meminta POBSI tidak hanya mengejar kuantitas atlet, tetapi juga memastikan pembinaan berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Menurut Dali, pengalaman pada PON sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Bengkulu pernah meraih medali perunggu dari cabang olahraga biliar. Karena itu, target berikutnya diharapkan mampu melampaui pencapaian tersebut.
“Kalau bisa prestasinya naik dari perunggu. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan penghargaan bagi atlet Bengkulu yang berprestasi di PON,” kata Dali.
Ia menyebut, atlet yang berhasil meraih medali emas pada PON mendapat apresiasi hingga Rp1 miliar, disertai peluang mendapatkan pekerjaan sesuai kebijakan dan mekanisme pemerintah daerah.
Dali menilai penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi tambahan bagi atlet untuk berlatih lebih serius dan mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional.
Pembinaan Harus Dimulai Sejak Dini
Dali juga menekankan pentingnya persiapan jangka panjang. Pembinaan atlet, kata dia, tidak boleh hanya dilakukan menjelang pertandingan. Pencarian bibit, pelatihan, pematangan teknik hingga kesiapan mental harus dilakukan sejak jauh hari.
Sejumlah atlet dan pelatih juga telah mengikuti program pembinaan, termasuk latihan di luar daerah. Langkah ini dinilai penting agar kemampuan atlet Bengkulu terus berkembang dan tidak tertinggal dari daerah lain.
“Kalau kita mulai sekarang, persiapannya semakin matang. Semakin lama latihan, tentu semakin bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengcab POBSI Kota Bengkulu, Rodi, berharap kepemimpinan Rahmad Mulyadi mampu membawa organisasi semakin baik. Ia juga mendorong pencarian bibit-bibit baru dari berbagai wilayah.
“Kita berharap dengan terpilihnya Pak Rahmad Mulyadi sebagai ketua umum, ke depan POBSI semakin baik. Kami juga akan terus mengumpulkan dan mencari bibit-bibit atlet baru, khususnya dari Kota Bengkulu,” ujar Rodi.
Rahmad menegaskan, kepengurusan periode 2026–2030 akan menjaga kesinambungan pembinaan dan meningkatkan kualitas atlet. Targetnya bukan sekadar mempertahankan medali perunggu, tetapi membawa biliar Bengkulu naik podium dengan prestasi yang lebih tinggi di ajang nasional.(Raffa)















