Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

AI ON, STRESS OFF: Unib Bahas Kesehatan Jiwa di Tengah Disrupsi Teknologi

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, Radar Informasi News.Com, – Universitas Bengkulu (Unib) memperkuat perhatian terhadap kesehatan mental sivitas akademika di tengah pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence (AI). Hal tersebut diwujudkan melalui seminar bertema “AI ON, STRESS OFF: Navigasi Kesehatan Jiwa Universitas Bengkulu di Tengah Disrupsi Teknologi”, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang digelar Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling (UPA-BK) Unib tersebut diikuti lebih dari 110 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan.

Seminar dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik Unib, Prof. Kamaludin, SE., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia secara utuh.

“Universitas Bengkulu melalui visinya menjadi universitas unggul, berbudaya dan berdaya saing internasional menegaskan komitmennya mencetak insan akademik yang berdaya saing tinggi, namun tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan budaya bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi AI perlu disertai kesadaran untuk menjaga keseimbangan aspek fisik, mental, sosial dan spiritual sivitas akademika.

Kepala UPA-BK Unib, Yessilia Osira, S.Sos., MP, mengatakan seminar tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dan produktif dalam memanfaatkan AI tanpa mengabaikan kesehatan mental.

“Seminar ini juga menjadi pembuka bagi kerja sama Universitas Bengkulu dan RSKJ Soeprapto dalam memberikan layanan kesehatan jiwa yang optimal bagi insan akademika,” katanya.

Narasumber dari RSKJ Soeprapto Bengkulu, dr. Lucy Marturia Bangun, Sp.KJ, menjelaskan AI memiliki manfaat, antara lain memberikan kemudahan akses pengetahuan dan efisiensi waktu serta tenaga.

Namun, penggunaan AI tanpa kebijaksanaan juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti menurunnya kemampuan berpikir kritis dan berkurangnya koneksi sosial di dunia nyata.

Sementara itu, narasumber dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Mika Oktarina, S.ST., M.Kes, menekankan pentingnya literasi AI bagi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan.

Menurutnya, perubahan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga sivitas akademika perlu memahami bukan hanya pemanfaatan AI, tetapi juga aspek privasi dan keamanan digital.

Seminar ini menjadi bagian dari upaya Unib menavigasi perkembangan teknologi secara bijak, dengan tetap menempatkan kesehatan jiwa dan hubungan antarmanusia sebagai bagian penting dalam kehidupan akademik.(Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *