Alaku
Alaku

APBD 2026 Disahkan, Rahmad Widodo Harap Kota Bengkulu Lebih Tertata dan Pelayanan Publik Kian Membaik

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Pemerintah Kota Bengkulu bersama DPRD akhirnya mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Pengesahan ini menjadi penanda dimulainya arah pembangunan kota untuk satu tahun ke depan. Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu, Rahmad Widodo, S.Hut, menyampaikan harapannya agar APBD 2026 benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama pada sektor layanan dasar dan penataan kota.

Menurut Rahmad, pembahasan anggaran merupakan proses panjang yang harus memastikan seluruh kebutuhan prioritas masyarakat terakomodasi. “Kalau untuk anggaran, tentu ini bagian dari proses penganggaran yang akan berlaku di tahun 2026. Kita menyepakati postur APBD, baik pendapatan maupun belanja daerah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penyesuaian dalam Raperda APBD turut mencakup pembaruan tarif pajak daerah yang harus selaras dengan regulasi terbaru. Namun, menurutnya, hal yang tak kalah penting adalah keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Bengkulu.

Rahmad menjelaskan, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat ini sudah sangat terbatas. “Memang lokasi kita sudah tidak mampu menampung jumlah sampah yang dihasilkan Kota Bengkulu. Karena itu tadi disepakati adanya penambahan dan perluasan lahan,” ujarnya. Ia menyebut, pada APBD 2026 sudah disiapkan anggaran khusus untuk pengelolaan sampah agar pengelolaan lingkungan bisa semakin membaik.

Meski alat berat sudah dianggarkan pada APBD 2025, kebutuhan tambahan tetap dipertimbangkan sesuai kondisi lapangan. “Yang penting, pengelolaan sampah harus semakin profesional dan mampu menjawab tantangan pertumbuhan kota,” tambah Rahmad.

Sementara itu, dari sisi struktur anggaran, sektor pendidikan masih menjadi pos terbesar. Hal ini sejalan dengan ketentuan mandatory spending yang mengharuskan daerah mengalokasikan minimal 20 persen dari APBD untuk pendidikan. Setelah itu, sektor kesehatan menempati posisi kedua sebagai prioritas utama pembangunan. “Pendidikan dan kesehatan menjadi fokus kita karena langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tegasnya.

Rahmad berharap APBD 2026 bukan sekadar dokumen anggaran, melainkan benar-benar menjadi alat perubahan yang menghadirkan manfaat nyata. “Kita ingin pembangunan berjalan lebih terarah, pelayanan publik semakin baik, dan masyarakat merasakan hasilnya,” tutupnya dengan optimistis.

Dengan pengesahan APBD 2026, masyarakat Bengkulu kini menaruh harapan baru terhadap berbagai program yang akan digulirkan pemerintah kota sepanjang tahun depan.(Nasti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *