Alaku
Alaku

Bangun Enggano, Kata Tantawi Masyarakat Diharapkan Bersabar

Cloud Hosting Indonesia


BENGKULU – Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait disebut sudah menyediakan anggaran untuk pembangunan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara dengan besaran sekitar Rp 182 miliar bersumber dari APBN tahun ini. Demikian ditegaskan Guberur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah diwawancarai usai menghadiri paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (28/3).

“Anggaran yang tersedia itu salah satunya untuk pembangunan jalan lingkar sepanjang 32 Kilo Meter (KM) di Pulau Enggano yang merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia. Besaran anggaran Rp 182 miliar yang tersedia itu merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan dan juga sudah ditetapkan melalui Badan Pelaksanan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu,” ungkap Rohidin.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari BPJN, tender untuk pembangunan jalan lingkar di Pulau Enggano itu diprediksi berlangsung Mei atau Juni tahun ini. “Harapan kita Juni sudah bisa dikerjakan. Ketika nantinya pembangunan terlaksana, maka jalan lingkar Enggano yang saat ini kondisinya memprihatinkan menjadi permanen,” kata Rohidin.

Terkait kondisi saat ini, Rohidin tidak menampikkan jika infrastruktur jalan di Pulau Enggano sangat memprihatinkan kondisinya. Bahkan pihaknya sempat berencana untuk melakukan penanganan darurat. Tapi karena ada anggaran tersedia di pusat, rencana itu terpaksa ditunda terlebih dahulu karena nantinya anggaran penanganan darurat bisa saja mubazir.

“Untuk penanganan darurat itu setidak-tidaknya kita membutuhkan anggaran sekitar Rp 200 juta bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT) tahun ini. Karena biaya untuk membawa alat berat dan material ke sana sangat besar. Yang kita hindari ketika penanganan darurat dilakukan, tiba-tiba pekerjaan yang bersumber dari anggaran pusat juga dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali, S.Sos, MM menyampaikan, dengan tersedianya anggaran dari pusat, dan insyaallah tahun ini direalisasikan berarti dua atau tiga bulan kedepan masyarakat di Pulau Enggano diharapkan bersabar terlebih dahulu. “Kita pastikan tidak bakal berhenti memperjuangkan pembangunan untuk Enggano,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, pihaknya terus berkonsultasi dengan pemerintah pusat terkait kondisi Pulau Enggano ini. Terkait penanganan darurat, ada baiknya Pemprov juga konsultasi terlebih dahulu dengan BPK ataupun BPKP. “Karena disanakan ada potensi tumpang tindih. Namun baiknya masyarakat bersabar saja dulu, karena ketersediaan anggaran dari pusat itukan penanganan untuk secara keseluruhan,” demikian Tantawi.

Sebagaimana diketahui, Pulau Enggano yang memiliki luas 400,6 kmĀ² dan dihuni penduduk sekitar 4.600 jiwa ini memiliki akses jalan berupa jalan lingkar dengan aspal penetrasi. Kementerian PUPR RI melalui BPJN Bengkulu berencana membangun jalan lingkar itu ke dalam empat sektor. Pertama dengan panjang 10,4 KM, kedua sepanjang 8 KM, ketiga 9,7 KM, dan keempat 3,9 KM. (09/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *