Bengkulu Selatan, – Insiden berdarah antara sejumlah petani dan pihak perusahaan PT ABS di Kecamatan Pino Raya pada Senin (24/11) menyisakan duka dan tanda tanya besar. Sedikitnya lima petani mengalami luka tembak, sementara seorang pegawai perusahaan bernama Ricky (39), yang diduga sebagai pelaku penembakan, ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka bacok serius.
Ricky, yang menjabat sebagai Asisten Pengamanan sekaligus Humas PT ABS, disebut mengalami sekitar 12 luka bacok sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke arah warga. Peristiwa itu terjadi di area kebun perusahaan yang masuk dalam lahan HGU seluas 444 hektare.
Manajer PT ABS Pino Raya, Suribakti Damanik, memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut. Menurutnya, bentrokan bermula ketika warga meminta perusahaan menghentikan aktivitas perbaikan jalan kebun. Jalan tersebut, kata Suribakti, merupakan akses internal perusahaan yang selama ini hanya mampu dilalui ojek dan sedang diperbaiki agar kendaraan angkut buah sawit bisa masuk.
“Perbaikan jalan ini murni untuk kelancaran mobilisasi. Namun permintaan warga agar pekerjaan dihentikan memicu ketegangan,” ujar Suribakti saat ditemui di kantor PT ABS, Rabu (26/11).
Ia mengaku sempat diserang dan terjatuh di area tebing karena kondisi medan yang licin. Saat menyelamatkan diri, Suribakti kemudian mendengar suara letusan senjata api. Ia juga melihat Ricky berlari menjauhi kerumunan warga yang tampak mengejarnya.
“Saya sempat bertanya siapa yang membawa senjata, tapi situasinya sudah tidak terkendali. Fokus saya hanya menyelamatkan diri,” jelasnya.
Suribakti menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah membekali karyawan dengan senjata api. Ia juga mengaku tidak mengetahui dari mana Ricky memperoleh senjata tersebut. Di lokasi kejadian saat itu terdapat 11 karyawan, termasuk dirinya, yang tengah mengawasi perbaikan jalan sepanjang tujuh kilometer.
“Kami selalu mengedepankan dialog dan tidak ingin ada konflik dengan masyarakat. Kejadian ini benar-benar di luar dugaan,” tutup Suribakti.(Nasti)














