Curup, – Setelah pencarian panjang dan penuh harap, nasib tragis akhirnya menutup kisah Nini (8), bocah perempuan yang hanyut terseret arus selokan di Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong. Jasad korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Musi, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Lokasi penemuan korban berjarak lebih dari 30 kilometer dari titik awal kejadian. Jasad Nini pertama kali ditemukan oleh para petani setempat dalam kondisi tertelungkup, tersangkut di antara tumpukan sampah di badan Sungai Musi.
Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke aparat setempat. Warga bersama personel Polres Kepahiang dan BPBD Kepahiang segera melakukan evakuasi terhadap jasad korban. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Kepahiang untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan identitas korban.
Setelah pihak keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah Nini, jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka di Perumahan BTN, Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah.
Tangis pecah saat jenazah tiba. Keluarga tak kuasa menahan duka. Teriakan histeris mengiringi kedatangan bocah malang yang sebelumnya sempat diharapkan pulang dengan selamat.
Ratusan warga dan kerabat pun tampak haru menyambut kedatangan korban yang dihantarkan menggunakan mobil ambulance RSUD Kepahiang.
Kapolsek Selupu Rejang, Iptu. Ibnu Sina Alfarobi ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa jenazah korban telah ditemukan, dan saat ini sudah berada di rumah duka untuk segera dikebumikan pada malam ini.
“Kondisi korban saat ini sudah di rumah duka, dan akan dikebumikan malam ini juga oleh pihak keluarga,” singkat Ibnu.
Diketahui sebelumnya, peristiwa nahas ini bermula pada Jumat siang, 9 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Nini bersama saudari kembarnya, Nana, dan seorang temannya hendak berangkat kerja kelompok ke rumah teman. Sebelum berangkat, korban mencuci kaki di dekat selokan.
Diduga licin akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, Nini terpeleset dan langsung terseret arus air selokan yang mengalir deras. Nana yang melihat kejadian itu sempat berusaha menolong, namun derasnya arus membuat korban dengan cepat tersedot dan menghilang ke dalam aliran selokan.
Warga sekitar sempat berupaya memberikan pertolongan dan melakukan pencarian awal dengan menyusuri selokan hingga ke aliran sungai. Namun hasil nihil.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta relawan dan warga kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif selama beberapa hari. Upaya penyisiran dilakukan menyusuri aliran selokan, sungai, hingga titik-titik yang dicurigai menjadi tempat korban tersangkut.
Namun hingga Minggu pagi, korban belum ditemukan. Harapan keluarga akhirnya runtuh beberapa jam kemudian, ketika kabar penemuan jasad datang dari wilayah Kabupaten Kepahiang, puluhan kilometer dari lokasi kejadian.(arie)















