Bengkulu, – Calon Wakil Wali Kota Bengkulu Nomor Urut 3, Nuragiyanti (Agi), menggelar dialog dengan para penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Sawah Lebar Lama, Senin (7/10/24).
Dialog ini dihadiri oleh ibu-ibu dari berbagai profesi, termasuk mantan Ketua RT, pegiat komunitas, hingga pelaku UMKM setempat.
Dalam dialog tersebut, Agi menekankan komitmennya untuk mendengarkan aspirasi para perempuan di Bengkulu.
“Saya ingin bertarung untuk perempuan dan anak muda. Saya mau mendengarkan, apa yang perempuan Bengkulu butuhkan. Saya tidak ingin membuat kebijakan sesuai selera saya, tetapi harus sesuai dengan selera seluruh masyarakat Bengkulu,” ujar Agi.
Salah satu peserta, Neni, yang juga mantan Ketua RT selama 11 tahun, meyakini bahwa Program Kampung Juara ala Dedy Agi membawa manfaat, seperti bank sampah yang memungkinkan mereka menghasilkan karya dari limbah. Namun, kendala pemasaran masih menjadi tantangan utama.
“Kami sudah menghasilkan karya dari sampah, tapi pemasaran produk kami kurang,” kata Neni.
Menanggapi hal tersebut, Agi berkomitmen untuk membantu mengatasi kendala tersebut.
“Kami akan membuat platform khusus untuk memasarkan semua hasil produk di Bengkulu. Kita akan bekerja sama dengan berbagai brand besar dan akan berkolaborasi,” ujarnya.
Selain itu, permasalahan pendanaan juga menjadi sorotan. Sumiati, salah satu pelaku UMKM, menyampaikan harapannya untuk adanya bantuan modal agar usaha mereka dapat berkembang.
Menanggapi hal ini, Agi menekankan pentingnya perencanaan dalam berbisnis. “Semua bisnis harus dihitung sejak awal. Kalau tidak dihitung dari awal, itu namanya hobi,” tegas Agi.
Tidak hanya fokus pada UMKM, isu infrastruktur kota seperti pengelolaan sampah juga menjadi perhatian. Sundari, warga RT 12, menyampaikan keluhan terkait pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal. Ia mengusulkan agar setiap RT memiliki bak sampah seperti di perumahan untuk memudahkan proses pengelolaan sampah.
Selain itu, permasalahan banjir dan minimnya ruang terbuka hijau turut dibahas.
“Ruang terbuka hijau sangat penting untuk resapan. Kita bisa membangun waduk yang tidak hanya menanggulangi banjir, tapi juga menjadi destinasi wisata,” kata Agi optimis.
Dialog ini merupakan bagian dari upaya Agi untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, khususnya penggiat UMKM. Ia menegaskan bahwa program unggulannya, seperti Bantuan UMKM-Ekraf Juara dengan nilai bantuan hingga Rp25 juta, bertujuan meningkatkan daya saing UMKM di Bengkulu. Program ini juga mencakup fasilitasi pemasaran dan pelatihan kewirausahaan serta pembangunan pusat UMKM yang diintegrasikan dengan pusat penyelenggaraan event skala kota dan provinsi.(Iwan)















