Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Hadirnya Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu Diharapkan Jadi Katalisator Ekonomi Masyarakat

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Owner MR Group, Ir. Marwan Ramis, mendorong Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu mengambil peran sebagai katalisator dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di daerah. Hal itu disampaikan Marwan dalam pertemuan bersama Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu di Kantor MR Group.

Menurut Marwan, media yang fokus pada isu ekonomi tidak hanya berperan menyampaikan informasi mengenai aktivitas bisnis dan kebijakan ekonomi, tetapi juga dapat membantu masyarakat memahami peluang, membangun jejaring usaha, serta melihat keterkaitan berbagai sektor dalam sebuah ekosistem ekonomi.

Ia menilai pola pikir masyarakat dalam menjalankan usaha perlu berubah. Bisnis di era modern, kata Marwan, tidak cukup hanya mengandalkan modal dan mengejar keuntungan, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah atau added value melalui kemampuan membaca peluang dan memahami sistem.

“Modal itu sekarang sudah berubah. Yang pertama adalah pengolahan otak, bagaimana kita melihat peluang dan memahami sistem,” kata Marwan.

Marwan menjelaskan, keuntungan seharusnya tidak menjadi satu-satunya orientasi dalam membangun usaha. Pelaku usaha perlu melihat bagaimana setiap bagian dalam sebuah sistem dapat dihubungkan dan menghasilkan nilai tambah sehingga keuntungan menjadi bagian dari proses bisnis yang berkelanjutan.

Ia mencontohkan pola bisnis jaringan ritel yang menghubungkan produsen, distributor, gerai hingga konsumen dalam satu sistem. Menurutnya, kekuatan model tersebut tidak hanya terletak pada margin setiap produk, tetapi pada kemampuan mengelola volume, distribusi dan kesinambungan sistem secara terintegrasi.

Pola tersebut, lanjut Marwan, dapat diterapkan di Bengkulu dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang sudah tersedia. Pelaku usaha tidak harus memiliki seluruh modal maupun sarana produksi sendiri, melainkan dapat membangun kolaborasi dengan pihak lain yang memiliki sumber daya berbeda.

“Yang diperlukan sekarang adalah wawasan, kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan. Kita tidak harus memiliki semuanya, tetapi harus memahami subsistemnya dan bagaimana menyinkronkannya,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Marwan menilai Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu dapat menjadi salah satu penghubung antarpelaku ekonomi. Informasi mengenai potensi daerah, peluang usaha, kebutuhan pasar, kebijakan pemerintah dan inovasi bisnis dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang mendorong masyarakat mengambil keputusan ekonomi secara lebih tepat.

Marwan juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kreatif, inovatif hingga advance dalam menghadapi perkembangan teknologi. Menurutnya, perubahan teknologi informasi membuat proses bisnis berlangsung semakin cepat sehingga pola pengambilan keputusan yang lambat dapat membuat pelaku usaha kehilangan peluang.

Ia mencontohkan sektor kopi sebagai salah satu potensi ekonomi Bengkulu yang masih dapat dikembangkan melalui pendekatan ekosistem. Menurutnya, Bengkulu memiliki peluang membangun identitas kopi daerah, tetapi hal tersebut harus didukung standar produk dan keterhubungan antarsubsistem, mulai dari bahan baku hingga pemasaran.

“Jangan sampai muncul produk kopi Bengkulu, tetapi bulan depan tutup. Subsistemnya harus kita sinkronkan, mulai dari sumber kopinya, racikan, gula aren, gelas, cara penyajian sampai branding,” jelasnya.

Marwan menilai konsep tersebut tidak hanya berlaku pada sektor kopi, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai sektor ekonomi daerah. Dengan memahami hubungan antarsubsistem dan menciptakan nilai tambah di setiap bagian, masyarakat dapat berkembang dari sekadar menjual produk menjadi bagian dari ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu, Iyud Dwi Mursito, menyatakan kesiapan forum untuk memperkuat peran wartawan dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat. Menurutnya, semangat para anggota forum dalam menulis dan mengangkat berita ekonomi perlu terus dibangkitkan agar informasi mengenai peluang dan perkembangan ekonomi Bengkulu dapat disampaikan secara lebih cepat dan luas.

“Kami siap membangkitkan semangat kawan-kawan dalam menulis berita ekonomi. Ini menjadi bagian dari upaya mempercepat informasi kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu,” kata Iyud.

Ia menambahkan, pemberitaan ekonomi diharapkan tidak hanya menjadi informasi bagi masyarakat, tetapi juga dapat mempertemukan potensi, pelaku usaha, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, media dapat ikut membangun ekosistem informasi yang mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.(Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *