Bengķulu – Penurunan Harga Àcuan Batu Bara (BB) telah terjadi selama tiga bulan berturut-turut sejak Agustus 2023.
Terbaru, Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan Oktober ini sudah ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) senilai US$123,96.
Acuan itu anjlok 6,88% dari bulan September 2023 yang sebesar US$133,13.
Karenanya, grafis turunya harga batu bara acuan yang terus merosot dinilai berdampak kepada ancaman PHK pekerja tambang batu bara di Provinsi Bengkulu.
Dari sumber databoks.com, kurun waktu 10 bulan terakhir sejak Januari 2023, Harga Batu Bara Acuan memang didominasi oleh penurunan. Kenaikan hanya terjadi dua kali, yakni pada Maret 2023 yang naik cukup signifikan dan Juli 2023 yang menguat sangat tipis.
Menanggapi hal tersebùt, Wakil Ketua Komisi II Provinsi Bengkulu Suimi Fales cukup prihatin melihat grafis turunya Harga Batu Bara Acuan tèrsebut.
Suimi menilai, perusahaan biasanya akan mengambil langkah pengurangan karyawan tambang sehingga dapat berdampak kepada meningkatnya pengagguran di Bengkulu.
“Biasanya kalu yang sudah sudah, setiap harga batù bara turun itu perusahaan batu bara biasanya mengurangi karyawanya. Alasanya, supaya perusahaan dapat berjalan terus dan tidak pailit, na dengan seperti ini artinya ada potensi bertambahnya pengangguran kalu masalah ini tak diatasi” Ucap Suimi
Lebih jauh, Suimi menambahkan. Pemerintah juga harus menyiapkan solusi apabila ancaman PHK ini terjadi.
“Harus segera mungkin kita mencari solusi, jangan sampai barang la terjadi kìta mau mencari solusi na ini yang tidak bagus” Tutup Suimi. (Yadi)















