Bengkulu – Beredarnya video pengawas lapangan di Tambang Batu Bara Kaltim Global Bengkulu Utara yang menghentikan operasional Truk pengakut Batu Bara pada Jumaat pagi dikarenakan harga batu bara dunia saat ini masih anjlok.
Menurut Pengawas Lapangan di Tambang Kaltim Global Bengkulu Utara Pendi (39) mengatakan, saat ini perusahaan batu bara belum sanggup memenuhi tuntutan para supir truk untuk mengembalikan harga operasional angkutan muatan batu bara yang lama.
“Didalam masalah harga ini Bos tidak mampu menambah kenaikan harga dan tambang kita tutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan” Ujar Pendi kepada puluhan supir truk
Disisi Lain, salah satu supir truk batu bara Megik Saputra (30) mènambahkan, para supir truk ini hanya menuntut harga operasional angkutan batu bara dikembalikan ke harga lama.
“Dia ini kan bukan meminta menaikan harga, jadi harga lama itu khusus muatan batu bara dari tambang kaltim global menuju pelabuhan pulau baài biasanya satu ritase itu seharga 175-180 ribu. Na sekarang harga nya itu hanya berkisar 145-150 ribu” Jelas Megik

Sebelumnya, Pemerintah saat ini sudah menetapkan Harga Batu Bara Acuab yang dibuat dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 119.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Bulan Juni Tahun 2023.
Dalam keputusan tersebut dijelaskan, Harga Batu Bara Acuan (HBA) dengan kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 12,58%, total sulphur 0,71%, dan Ash 7,58% ditetapkan pada angka US$ 191,26 per ton untuk bulan Juni. Artinya Harga Acuan Batu Bara mengalami penurunan bila dibandingkan dengan HBA bulan Mei 2023 yang ditetapkan sebesar US$ 206,16 per ton.(Iwan/Tedy)















