Bengkulu, – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Provinsi Bengkulu pada Februari 2026 sebesar 3,88 persen. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu pada 2 Maret 2026 tersebut menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 108,79.
Secara rinci, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Muko Muko yang mencapai 4,30 persen dengan IHK sebesar 108,77. Sementara itu, Kota Bengkulu mencatat inflasi y-on-y sebesar 3,74 persen dengan IHK 108,80. Angka ini memperlihatkan adanya perbedaan laju kenaikan harga antarwilayah di Provinsi Bengkulu.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) Februari 2026 sebesar 0,66 persen. Di sisi lain, secara kumulatif sejak awal tahun atau year-to-date (y-to-d), Provinsi Bengkulu justru mengalami deflasi sebesar 0,10 persen.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun secara tahunan terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan, secara kumulatif sejak Januari hingga Februari 2026 harga relatif terkendali. Pergerakan inflasi tetap menjadi perhatian penting, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat.
BPS mengimbau seluruh pemangku kebijakan untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok. Stabilitas inflasi dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(Rilis/BPS)















