Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Ini Penjelasan KKT Bencoolen Terkait Anggaran Tabut 2023

Ketua KKT Bencoolen Ir H. A Syiafril Syahbuddin saat diwawancarai, Sabtu (5/8). Foto - Iwan Radar Informasi News.Com
Cloud Hosting Indonesia


Bengkulu, – Dari pelaksanaan festival Tabut yang diketahui masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) 2023, Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bencoolen hanya menerima bantuan hibah bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2023 senilai Rp 100 juta. Ini disampaikan Ketua KKT Bencoolen, Ir. A. Syiafril Syahbuddin, Sabtu (5/8).

“Rp 100 juta itu murni kita gunakan untuk pelaksanaan rangkaian ritual Tabut yang berlangsung selama 10 hari. Dalam perjalanannya baru dicairkan 70 persen. Sedangkan sisanya, sekitar Rp 30 juta lagi baru dicairkan setelah kita merampungkan laporan terkait pelaksanaan Tabut yang telah selesai beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan hibah untuk pelaksanaan festival Tabut tahun ini terjun bebas jika dibandingkan dengan tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda yakni dari Pemkot Rp 300 juta dan Pemprov Bengkulu Rp 350 juta. “Hanya saja pada tahun ini kita diberikan kewenangan untuk mengelola stand pameran, bazar dan juga sampah,” kata pria yang akrab disapa Mamu ini.

Kewenangan ini, lanjut Mamu, tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur. Sedangkan untuk panggung dan pentas seni, itu sepenuhnya kewenangan Pemprov melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu. “Meskipun demikian kita tetap memiliki niat baik terkait penyelenggaraan pentas seni itu,” jelasnya.

Yakni, sambung Mamu, dengan turut memberikan bantuan seperti untuk hadiah dan pembinaan yang rencana awalnya Rp 150 juta. Namun kemampuan pihaknya cuma bisa memberikan Rp 90 juta. “Selain itu dalam penyelenggaraan festival Tabut itu, kita juga menyumbang PAD Rp 70 juta. Jadi total dana yang kita keluarkan Rp 150 juta,” jelas Mamu.

Disinggung soal pemeriksaan Polda Bengkulu, Mamuk mengakui telah menerima panggilan, dimana terdapat 4 orang dari KKT Bencoolen yang dipanggil. “Berkaitan dengan total yang diperoleh dalam penyelenggaraan festival Tabut seperti sewa stand pameran dan bazar, sejauh ini masih kita lakukan perhitungan,” tutup Mamu. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *