Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Jembatan Genting Dabuk Benteng Kondisinya Memilukan, Warga Minta Diperbaiki Sebelum Jatuh Korban Jiwa

Kondisi jembatan Genting Dabuk Benteng, Minggu (26/8). Foto - Iwan Radar Informasi News.Com
Cloud Hosting Indonesia


Bengkulu, – Saat ini, kondisi jembatan Desa Genting Dabuk Kecamatan Pematang Tiga Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) sangat memilukan. Bagaimana tidak, jembatan yang terletak di jalan poros antara Desa Kebun Lebar dengan Tanjung Kepahiang tersebut hanya tinggal kerangka sehingga mengancam keselamatan para pengendara.

Warga Pondok Kubang, Yanto, 36 tahun mengatakan, dirinya mengetahui kondisi jembatan saat berniat pergi ke hajatan rekan sejawatnya, yang berada di Desa Pematang Tiga Kecamatan Pematang Tiga. “Awalnya saya tidak tahu kalau kondisi jembatannya seperti itu, sehingga saya dan rekan lainnya memilih melintasi jalan Genting Dabuk,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, ketika tiba di pangkal jembatan, pihaknya kaget. Sebab jembatan tersebut hanya tinggal kerangka dan hanya terdapat 2 keping papan saja lagi. “Kami sempat ragu untuk melintas, tapi karena perjalan sudah jauh akhirnya kami tetap memaksakan diri melintasi jembatan dengan dibantu rekan lainnya untuk memberikan aba-aba,” ungkap Yanto, Minggu (27/8).

Menurutnya, berdasarkan informasi dari warga sekitar, kondisi jembatan yang hanya tinggal kerangka dan 2 keping papan itu sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. “Bahkan dari informasi warga juga, sudah pernah ada pengendara yang menggunakan kendaraan roda dua (R2) terjatuh ke sungai, berikut kendaraannya,” ujarnya.

Sementara itu, Warga setempat, Tonadi, 35 tahun mengemukakan, jembatan itu menghubungkan jalan poros di Kecamatan Pematang Tiga, yang tembus ke Lubuk Durian Kabupaten Bengkulu Utara. Dengan kata lain jalan dan jembatan tersebut, satu-satunya jalan pengubung atau akses bagi warga khususnya di Kecamatan Pematang Tiga.

“Jadi perannya sangat vital bagi warga, kita berharap pemerintah daerah (Pemda) dapat segera memberikan penanganan terhadap kondisi jembatan. Karena dengan kondisi yang ada sekarang mengancam keselamatan para pengendara. Jangan setelah jatuh korban jiwa, baru sibuk untuk melakukan perbaikan,” pesan Tonadi. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *