Bengkulu – Fenomena viral mainan Lato-lato memang membawa berkah sendiri bagi para pedagang mainan. Hal ini seperti diungkapkan oleh penjual lato-lato bernama Ali Akbar. Dimana penjual mainan yang berdomisili di Kebun Bungsu Kelurahan Kebun Dahri itu mengaku bahwa menjual mainan lato-lato di depan Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Bengkulu, Uncu Ali panggilan akrabnya bisa mengantongi uang Rp 350 sampai Rp 400 Ribu perhari, “Saya setiap hari berjualan di depan Rumdin Gubernur ini atau di sekitaran View Tower Lapangan Merdeka mulai siang hingga maghrib. Kalau Sabtu-Minggu atau pas rame itu penjualan kita bisa sampai Rp 350 sampai Rp 400 Ribu perhari. Tapi kalau hari biasa itu hanya berkisar Rp 150 sampai Rp 200 Ribu perhari,” ungkap Uncu Ali, Sabtu (28/1).

Diceritakan oleh Uncu Ali. Sejak viralnya mainan lato-lato selama dua bulan terakhir, permainan yang memainkan dua bola untuk kemudian dibenturkan lalu mengeluarkan bunyi tersebut. Memang dari beberapa item mainan seperti balon sabun serta Pop Lit, lato-lato yang paling laris, “Kalau sekarang sebenarnya sudah agak menurun penjualan lato-lato, tapi masih ada yang beli setiap hari. Kemudian dengan adanya lomba lato-lato seperti tadi di Mega Mall, lalu infonya juga besok di Benmall. Serta ada kompetisi lato-lato dari Pemda Kota, kita berharap penjualan lato-lato kami bisa meningkat,” pungkas Uncu Ali.(Novi)















