Alaku
Alaku
Daerah  

Kawasan Hutan Seluma Turun Status, Investor Tambang Emas Masuk? Gub Rohidin : Kita Belum Membicarakan Soal Tambang Emas

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu – Kawasan Hutan Lindung Bukit Sanggul Unit IV Kabupaten Seluma saat ini menjadi perhatian khusus bagi Investor Tambang Emas.

Alasanya, Potensi emas di kawasan Hutan Lindung (HL) Bukit Sanggul Unit IV Kabupaten Seluma, disebut-sebut lebih besar dari areal yang digarap Freeport di Papua. 

Menurut penelitian dalam kontrak karya PT Perisai Prima Utama dan PT Berik Servis Internasional di empat kabupaten, terdiri dari Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur dan Empat Lawang ada potensi emas seluas 240.000 hektare. 

Sebagai perbandingan, mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba), luas wilayah pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi mineral maksimal di Freeport adalah 25.000 hektar.

Tak ayal, Kandungan Emas yang setara PT Freeport di hutàn Seluma menjadi sorotan Investor besar di bidang pertambangan emas untuk berinvestasi.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Bengkùlu Rohidin Mersyah mengatakan, Provinsi Bengkulu saat ini belum membicarakan lebih detail terkait potensi kandungan emas di Kabupaten Seluma serta adanya rencana investor pertambangan emas untuk berinvestasi.

“Sebenarnya kita belum membicarakan soal tambang emas sama sekali yang kita lakukan itu perubahan status kawasan dan fungsi kawasan untuk kegiatan sektor sektor produktif itu yang kita lakukan di RT RW. Jadi kita belum tau ada kandungan tambang, jenis tambangnya apa” Ujar Gub Saat Ditemui di Hotel Mercure (1/9/2023)

Lebih lanjut Gub Rohidin menjelaskan, Pemprov saat ini berfokus pada perubahan fungsi kawasan hutan untuk kegiatan sektor produktif antara lain dari hutan lindung menjadi hutan produksi, dari cagar alam menjadi taman wisata alam.

“Pada waktu penurunan status kawasan sekali lagi itu menurunkan fungsi kawasan untuk kegiatan sektor ekonomi produktif. Bisa jadi selama ini kawasan cagar alam taman nasional bisa dikelolah untuk kegiatan ekomomi jadi belum tentu apa tambang apa bukan tambang tambang nya itu emas atau biji nikel” Ujar Gub

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Seluma, mengusulkan penurunan status kawasan hutan lebih dari 60 ribu hektare ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Dari 60 ribu hektare usulan tersebut, seluas 20 ribu ha telah mengalami penurunan fungsi antara lain dari hutan lindung menjadi hutan produksi, dari cagar alam menjadi taman wisata alam. (Tedy)

Berikut SK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Nomor 533/MENLHK/SETJEN/PLA.2/5/2023. perubahan peruntukan kawasan hutan :

  1. Cagar Alam (CA) Pasar Ngalam dari 295 hektare, mencakup Desa Kungkai Baru dan Desa Pasar Ngalam Kecamatan Air Periukan  turun status menjadi Taman Wisata Alam (TWA) seluas 54,76 hektare.
  2. Cagar Alam (CA) Pasar Seluma dari 159 hektare turun status menjadi TWA seluas Pasar Seluma 13,99 hektare dan APL 11,13 hektare.
  3. Cagar Alam (CA) Pasar Talo seluas 487 hektare turun status menjadi TWA di wilayah Desa Penago 1 Kecamatan Ilir Talo seluas 22,03 hektare.
  4. Cagar Alam (CA) Air Alas seluas 59,5 hektare mencakup wilayah Desa Tedunan dan Ketapang Baru turun statusnya menjadi TWA seluas 62,74 hektare.
  5. Kawasan HPT Bukit Badas menjadi APL mencakup wilayah Desa Talang Empat, Desa Lubuk Resam, Desa Sinar Pagi dan Desa Sekalak Kecamatan Seluma Utara, seluas 42,58 hektare menjadi APL
  6. Hutan Lindung menjadi Hutan Produksi (HP) seluas 19.897,63 hektare, mencakup di Desa Pagar banyu, Desa Giri Nanto, Desa Giri Mulya Kecamatan Ulu Talo, kemudian Desa Gunung Megang, Desa Kayu Elang, Desa Napalan, Desa Muara Dua Kecamatan Semidang Alas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *