Bengkulu, – Permainan kartu song yang dimainkan lima orang dalam satu putaran masih menjadi hiburan rakyat yang digemari masyarakat Bengkulu. Selain seru dan penuh strategi, permainan ini juga dikenal karena adanya hukuman lucu bagi pemain yang kalah atau dianggap kurang piawai bermain.
Dalam permainan tersebut, pemain yang sering kalah biasanya mendapat hukuman unik, seperti memakai helm saat bermain hingga telinganya dijepit menggunakan jepitan jemuran. Hukuman itu dilakukan sebagai bentuk candaan dan hiburan agar suasana permainan semakin meriah.
Di kalangan pemain song, orang yang sering terkena hukuman biasanya dianggap belum terlalu mahir membaca permainan atau kurang beruntung saat kartu dibagikan. Namun, hal itu bukan berarti pemain tersebut bodoh atau tidak pintar.
“Kalau sering pakai helm atau dijepit telinga biasanya karena kalah terus atau salah buang kartu. Itu hanya candaan di antara pemain supaya makin seru,” ujar salah satu pemain song di Bengkulu.
Permainan kartu song sendiri bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Permainan ini kerap dimainkan saat berkumpul di warung kopi, pos ronda, hingga acara keluarga.
Banyak pemain menganggap hukuman seperti memakai helm atau jepit telinga justru menjadi bagian paling lucu dalam permainan. Gelak tawa biasanya pecah ketika ada pemain yang salah strategi atau terkena “jebakan” lawan sehingga harus menerima hukuman tersebut.
Meski demikian, para pemain tetap menjunjung sportivitas dan kebersamaan. Hukuman dilakukan bukan untuk mempermalukan, melainkan sekadar hiburan agar permainan semakin hidup dan penuh canda tawa.
“Yang penting bukan siapa yang kalah atau menang, tapi kebersamaan dan hiburannya. Malah yang sering kena hukuman biasanya paling dirindukan saat kumpul main,” kata pemain lainnya sambil tertawa.
Tradisi kecil seperti ini menjadi warna tersendiri dalam permainan rakyat yang hingga kini masih bertahan di tengah perkembangan hiburan modern.(Raffa)















