Alaku
Alaku
Alaku

Keributan Wali Asuh di Sekolah Rakyat Bengkulu Berujung Laporan Dugaan Pengeroyokan

Gambar, Ilustrasi dari AI.
Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Suasana rapat di Sekolah Rakyat Terintegrasi Bengkulu Tingkat III, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, berujung keributan hingga dugaan pengeroyokan. Seorang wali asuh kelas SMA, Oka Peramita (36), melaporkan tiga orang ke Polsek Selebar atas dugaan tindak pidana pengeroyokan.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Nomor STTLP/B/144/VIII/2026/SPKT/Polsek Selebar/Polresta Bengkulu/Polda Bengkulu. Laporan dibuat pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 14.08 WIB.

Dalam laporan polisi, Oka melaporkan tiga terlapor, yakni YY, HM, dan JT. Dugaan pengeroyokan disebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di ruang rapat Sekolah Rakyat yang berada di kawasan Jalan Manyor Burhan Dahri, Gang Serawai, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar.

Berdasarkan uraian dalam laporan, kejadian bermula ketika Oka mengikuti rapat yang dipimpin kepala sekolah. Dalam rapat tersebut, salah seorang peserta, JT, disebut menyampaikan bahwa Oka tidak bekerja. Oka kemudian hendak memberikan tanggapan, namun moderator tidak memberikan kesempatan.

Setelah rapat selesai, JT disebut menghampiri Oka dan mempertanyakan pekerjaan yang dilakukan pelapor. Percakapan tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran mulut. Dalam situasi itu, JT diduga mencekik leher Oka. Pelapor kemudian mengaku melakukan perlawanan dengan memukul JT hingga terjadi perkelahian.

Keributan kemudian sempat dilerai guru lainnya. Namun, berdasarkan laporan, perselisihan masih berlanjut. Kepala sekolah yang disebut dalam laporan sebagai YY kemudian menghampiri Oka. Terjadi kembali ketegangan hingga Oka berupaya meninggalkan ruangan.

Saat hendak keluar, Oka mengaku dihadang JT. Ia juga menyebut rambutnya dijambak hingga jilbabnya terlepas. Ketika berupaya membalas, Oka mengaku kemudian dikeroyok oleh HM dan YY.

Dalam laporan tersebut disebutkan, Oka diduga dipukul, dijambak, ditendang serta ditarik bajunya hingga robek. Keributan akhirnya kembali dilerai oleh sejumlah guru yang berada di lokasi.

Akibat kejadian itu, Oka mengaku mengalami keseleo pada jari manis tangan kanan, nyeri di bagian pinggang, serta pusing hingga muntah.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polsek Selebar untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum. Polisi akan melakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait guna mengungkap fakta sebenarnya di balik keributan tersebut.(Rls/Yadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *