Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Kisah Inspiratif Pakde SJ, Haji Yang Gak Mau Dipanggil Pak Haji

Padang Arafah
Cloud Hosting Indonesia

“Haji itu ibadah, sama seperti sholat yang menjadi kewajiban bagi kita umat muslim. Kalau kalian saya panggil Pak Sholat mau gak? Begitu juga saya paling gak mau kalau dipanggil Pak Haji,” ujar Pakde SJ.

Penulis : Supratman, S.Sos, M.Si

Bengkulu, – Dari ribuan haji yang ada di Indonesia. Dimana belum lama ini baru saja berlalu pelaksanaan ibadah haji 1444 H Tahun 2023. Mungkin kisah salah seorang Haji Kota Bengkulu yang tidak mau disebut namanya ini cukup menginspirasi dan bisa sedikit membuka cakrawala kita dalam mindset seorang yang biasa disebut Pak Haji. Karena beliau tidak mau namanya disebutkan jadi nama nara sumber kita samarkan dengan inisial SJ dimana beliau (Pakde SJ – Red) ini suami istri dengan pekerjaan hariannya dalam bidang pengobatan alternatif di Kota Bengkulu.

Cerita berawal sore Senin 31 Juli 2023. Saya datang kerumah Pakde SJ dengan tujuan mengobati anak pertama kami Raffa EA yang kebetulan sedang kurang sehat. Saat sedang mengobati Raffa disini obrolan kami dimulai tentang ibadah Haji dan Umroh. Saya membuka obrolan dan bertanya kepada PakDe SJ. Dimana meskipun kami sudah kenal lama namun saya tidak tahu kalau ternyata PakDe SJ ini sudah pernah naik haji bahkan sudah pernah Umroh bersama sang istri meskipun pekerjaan harian mereka hanya sebagai juru pengobatan tradisional. “Pakde udah daftar haji?” Tanya saya. Kemudian dijawab oleh PakDe SJ, “Saya sudah mas, tahun 2009 lalu berangkat ibadah haji. Kalau sekarang mau berangkat haji Daftar di Bengkulu kota ini, waiting listnya sampai 30 tahun. Saya dulu tahun 2009 berangkat hajinya gak lewat Bengkulu, saya berangkat haji lewat Tangerang dimana waktu itu Gubernur Banten masih Ratu Atut. Jadi waktu itu saya diajak oleh teman untuk sama-sama berangkat ibadah haji lewat Tangerang,” jawab Pakde SJ.

Kemudian saya tanya lagi, “waktu itu PakDe berangkat haji sama Bukde,?” tanya saya.

Pakde SJ menjawab “Tidak, waktu itu saya berangkat sendiri karena memang rejekinya diberi Allah SWT waktu itu baru cukup untuk sendiri. Tapi kemarin saya dan Bukde (Istrinya-red) sudah berangkat Umroh berdua. Dan Insya Allah Bukde akan berangkat menunaikan ibadah haji enam tahun lagi, karena memang sudah mendaftar sejak beberapa tahun lalu bersama rombongannya,” kata PakDe SJ.

Kemudian PakDe SJ melanjutkan ceritanya mulai dari pengalaman dia melaksanakan ibadah tawaf, hingga seluruh ibadah haji maupun umroh yang telah dilakukannya. Sebenarnya saya sedikit terkejut dengan pengalaman dan cerita PakDe SJ. Dimana beliau dan istri dengan kehidupan yang sederhana namun ternyata mereka sudah haji dan umroh, masya Allah luar biasa sekali. Kemudian PakDe SJ juga menceritakan bagaimana hingga akhirnya dia bersama istri hingga akhirnya bisa terkumpul rejeki untuk berangkat haji serta umroh. Dimana dia dan istri itu menabung sejak awal mereka menikah, “Kami itu mas memang sejak dulu itu punya komitmen, dari setiap rejeki yang kami dapatkan setiap harinya, 10 persennya kami sisihkan masuk kotak. Kalau misal dapat 100 ribu satu hari, 10 ribunya kami masukkan kotak, hingga akhirnya terkumpul dan cukup untuk biaya berangkat haji serta umroh,” cerita PakDe SJ.

Selain itu, PakDe SJ juga menyampaikan pada saya bahwa dia paling tidak suka kalau dipanggil Pak Haji, meskipun dia sudah haji. Hal itu karena menurutnya Haji itu adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim bagi yang mampu, “Saya itu mas walau sudah pernah menunaikan ibadah haji, paling gak mau kalau dipanggil Pak Haji. Sebab Haji itu adalah ibadah, sama dengan Sholat, kalau kalian sholat terus saya panggil Pak Sholat apa mau? begitu juga saya yang gak mau kalau dipanggil Pak Haji. Tapi saya tetap beryukur kepada Allah SWT karena dengan usia saya sekarang 67 tahun, sudah diberi keberkahan, umur yang panjang, nikmat sehat, keluarga sehat dan sudah diberi kemudahan rejeki telah menunaikan ibadah Haji serta umroh. Nanti kalau memang ada rejekinya dan Allah SWT memberi kesempatan, saya mau berangkat lagi Umroh ataupun haji,” pungkas PakDe SJ. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *