Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Mengungkap Sejarah Desa Paku Haji dan Makam Keramat Syech Syukur Jafar Sidiq

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu Tengah, Radar Informasi News.Com, – Desa Paku Haji, yang terletak di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, dikenal sebagai tempat bersejarah yang erat kaitannya dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-16. Tokoh sentral dalam sejarah ini adalah Poyang Syech Syukur Jafar Sidiq, seorang ulama dan pendekar silat yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di daerah tersebut.

Menurut cerita rakyat setempat, Poyang Syech Syukur Jafar Sidiq tiba di Desa Paku Haji sekitar tahun 1700-an. Beliau datang dari Jawa, tepatnya Demak, dengan tujuan menyebarkan ajaran Islam. Selama tinggal di desa ini, beliau tidak hanya berdakwah, tetapi juga mengajarkan ilmu silat kepada masyarakat setempat. Pengajaran ini seringkali dilakukan bersamaan dengan kegiatan berzikir dan berdoa, menambah kharisma dan keistimewaan Syech Syukur di mata masyarakat.

Karani, yang merupakan orang tua dari Kepala Desa Paku Haji, mengungkapkan bahwa makam Syech Syukur Jafar Sidiq masih terawat hingga kini. Makam tersebut dianggap keramat oleh warga setempat dan menjadi salah satu situs bersejarah yang penting. “Makam ini harus dijaga karena Poyang Syech Syukur adalah leluhur kita semua, khususnya bagi masyarakat Desa Paku Haji,” kata Karani.

Lebih lanjut, Karani menjelaskan bahwa nama Desa Paku Haji sendiri berhubungan erat dengan keberadaan Syech Syukur Jafar Sidiq. Nama “Paku Haji” dipercaya berasal dari istilah “Pangku Haji,” yang merupakan julukan lain dari Syech Syukur Jafar Sidiq. Julukan ini diberikan oleh masyarakat setempat sebagai penghormatan atas jasa-jasanya dalam menyebarkan Islam dan mengajarkan ilmu silat di wilayah tersebut.

Hingga kini, Desa Paku Haji terus menjaga tradisi dan menghormati warisan sejarah yang ditinggalkan oleh Syech Syukur Jafar Sidiq. Makam keramat beliau menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat, baik untuk berziarah maupun untuk mengenang sejarah panjang penyebaran Islam di Bengkulu Tengah. (Adek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *