Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Menumpang di Gubuk, Bertahan dengan Cuci Darah: Pasutri di Curup Utara Didatangi Kapolres

Cloud Hosting Indonesia

Rejang Lebong, – Sepasang suami istri di Desa Kota Pagu Lama, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, hidup dalam kondisi serba terbatas di tengah persoalan kesehatan yang mereka hadapi.

Rudihartono, kepala keluarga, mengalami patah tulang pada bagian kaki sehingga tidak lagi mampu bekerja seperti biasa. Sementara istrinya, Misla Wati, menderita penyakit ginjal menahun dan harus menjalani cuci darah setiap tiga hari sekali.

Kondisi ekonomi keluarga itu semakin sulit karena mereka tidak memiliki rumah pribadi dan saat ini tinggal menumpang di sebuah gubuk milik warga sekitar. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya berobat dan transportasi menuju tempat cuci darah, keluarga tersebut kerap bergantung pada bantuan warga.

Situasi itu mendapat perhatian jajaran Polres Rejang Lebong. Senin, 18 Mei 2026, Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir didampingi Kasat Lantas IPTU Arif Abdullah, Kasat Binmas IPTU Rudi Sampurno, serta Kasi Humas AKP M Hasan Basri mengunjungi kediaman sementara keluarga tersebut di Desa Kota Pagu Lama.

Dalam kunjungan itu, rombongan menyerahkan bantuan berupa sembako dan santunan kepada keluarga Rudihartono.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir mengatakan kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga memastikan warga yang mengalami kesulitan tidak terabaikan.

“Polisi tidak boleh menutup mata terhadap kondisi masyarakat seperti ini. Saat ada warga yang sakit, kesulitan ekonomi, bahkan tidak memiliki tempat tinggal yang layak, negara harus hadir. Kami berharap dinas terkait juga dapat ikut memberi perhatian agar keluarga ini mendapatkan penanganan yang lebih maksimal,” tegas Kapolres.

Ia juga menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar keluarga tersebut bisa memperoleh bantuan lanjutan, terutama terkait pengobatan dan kebutuhan dasar.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami ingin keluarga ini tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kepedulian sosial harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau kepolisian, tetap

Keluarga tersebut berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah maupun instansi terkait, terutama bantuan layanan kesehatan, tempat tinggal layak, serta dukungan kebutuhan pokok sehari-hari.

Warga sekitar juga selama ini diketahui ikut membantu keluarga tersebut, termasuk mengumpulkan biaya perjalanan dan kebutuhan pengobatan agar Misla Wati tetap dapat menjalani cuci darah secara rutin.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *