Bengkulu, – Kelurahan Kebun Keling Kota Bengkulu terletak di Kecamatan Teluk Segara. Wilayah ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan kedatangan dan keberadaan komunitas keturunan India di masa kolonial Inggris (sekitar 300 tahun lalu ketika Bengkulu masih bernama Bencoolen).
Saat Masa Kolonial Inggris, kawasan ini dihuni oleh para pekerja, buruh kontrak, dan tentara Sipahi (tentara bayaran asal India yang dibawa oleh Inggris), atau orang-orang keturunan India yang dipekerjakan oleh pemerintah kolonial Inggris saat membangun Benteng Marlborough.
Selain menjadi tentara bayaran Inggris, Tentara SIPAHI dahulunya juga bertugas menyisir dan mencari rempah rempah yang ada diwilayah kebun keling hingga membuka jalan jalan kecil seperti gang gang sempit yang kita lihat dikebun keling.
Tentara sipahi dahulunya juga dikabarkan hidup dan menikah dengan warga pribumi di kawasan Kebun Keling.
Bukti jejak keberadaan Sipahi dapat dilihat adanya bangunan bangunan lama seperti nuansa eropa serta bangunan rumah dulu warga pribumi yang masih banyak tersebar dikawasan Kebun Keling hingga Pondok Besi.
Hanya saja, bangunan lama tersebut juga sudah dilakukan renovasi beberapa kali hingga kesan bangunan tuanya seperti perlahan hilang.
Dalam buku yang dibaca penulis, sejarawan Budayawan Bengkulu Agus Setyanto pernah berkata bahwa sejarah membuktikan keberadaan kaum keturunan Sipahi di Kebun Keling sulit dilacak.
Lantaran, kondisi masyarakat kebun keling saat ini sudah Majemuk dan banyak berasal dari suku lain yang juga lama bertempat tinggal diwilayah tersebut.
Lalu, ada beberapa penggalan sejarah yang hilang. Namun, dalam Nawis sebuah catatan mengatakan jika kaum Sipahi ini dulunya memang pernah ada dan mendiami daerah Kebun Keling.(Yadi)














