Bengkulu – Kemarau panjang yang terjadi di Provinsi Bengkulu saat ini berdampak kepada para petani di tingkat Kabupaten Provinsi Bengkulu.
Alasanya, para petani yang menanam hasil taninya di musim kemarau ini dinilai tidak membuahkan hasil yang maksimal karena mayoritas tanaman petani saat ini berģantung pada kadar air yang cukup.
Seperti proses tanam sawah di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur dan Bengkulu Utara mayoritas sangat mengandalkan air hujan untuk menghidupi tanaman sawahnya.
Karenanyà, Kepala Bidang PSP Dinas Tanaman Pangan dan Hortilkura Perkebunan Provinsi Bengķulu Helmi Yuliandri mengatakan. 3 Kabupaten tersebut akhirnya merubah jadwal turun tanam yang biasanya di bulan September, Oktober menjadi di November-Desember.
“Kemungkinan awal hujan itu bulan November, Jadi artinya petani yang turun tanam di September-Oktober bergeser ke November-Desember. jadi serapan pupuk terpengaruh” Ujar Helmi
Selain itu Helmi menambahkan, saat ini Pemprov melàlui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu juga sudah menyiapkan mesin pompa air untuk mengantisipasi kekeringan lahan.
“Sudah kita antisipasi yaitu dengan melakukan penyediaan pompa air” Singkat Helmi. (Yadi)















