Bengkulu,- Pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 dilakukan secara maksimal. Sehingga dapat menjadi momentum bagi Kota Bengkulu untuk mencapai kemajuan yang lebih signifikan. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu, Yudi Susanda, Kamis (15/5/2025).
Menurut Yudi, bahwa optimalisasi pengelolaan APBD merupakan kunci untuk memastikan pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Karena APBD adalah salah satu instrumen utama dalam mendukung pembangunan daerah. Oleh karena itu, kami di BPKAD akan memastikan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan digunakan secara efisien, tepat sasaran, dan transparan,” ungkap Yudi.
Tidak hanya itu, sambung Yudi, bahwa prioritas utama pengelolaan APBD 2025 adalah pada sektor-sektor strategis, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dia menambahkan bahwa pembagian anggaran akan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan urgensi setiap program, dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Kami ingin pembangunan di Kota Bengkulu benar-benar berdampak nyata pada kehidupan masyarakat. Tidak hanya itu, pengawasan terhadap penggunaan dana juga akan diperketat agar tidak ada penyalahgunaan,” jelasnya.
Lebih lanjut Yudi juga menjelaskan bahwa BPKAD terus mendorong digitalisasi dalam sistem pengelolaan keuangan daerah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sekaligus meminimalkan potensi terjadinya korupsi.
“Teknologi akan menjadi pendukung utama dalam pengelolaan APBD. Dengan sistem digital, seluruh proses mulai dari perencanaan hingga pelaporan akan lebih efisien dan dapat diaudit dengan mudah,” tuturnya.
Yudi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam menyusun dan melaksanakan APBD. Menurutnya, sinergi yang baik akan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar pengelolaan APBD 2025 benar-benar efektif dan berdaya guna,” terangnya.(Tedy)















