Alaku
Alaku
Alaku

Partai Gelora Bengkulu Siap Bertarung Pada Pemilu Tahun 2024

Foto. Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Bengkulu, Sabtu (7/1).
Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Provinsi Bengkulu menggelar Pembekalan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dan Bedah Daerah Pemiliihan (Dapil) untuk Dapil Kota Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat DPW Partai Gelora Provinsi Bengkulu Jalan Sepakat, Sawah Lebar, Kota Bengkulu pada Sabtu, 7 Januari 2023.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Bengkulu Dedi Haryono, S.T., yang diikuti oleh seluruh Bacaleg Partai Gelora untuk DPRD Kota Bengkulu dan DPRD Provinsi Bengkulu, Dapil Kota Bengkulu.

Dedi Haryono, S.T., Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Bengkulu juga tampil sebagai pemateri dalam kegiatan ini, disamping Sekretaris DPW Partai Gelora Provinsi Bengkulu Novi Heriyanto, STP., dan Ketua DPD Partai Gelora Kota Bengkulu Tarmizi.

Dalam sambutannya membuka acara, Dedi Haryono, S.T., mengatakan kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) V DPW Partai Gelora beberapa waktu yang lalu dimana

“Kegiatan hari ini dilaksanakan dalam rangka menegaskan kepada kita semua tentang keinginan kita untuk ikut dalam pertarungan politik di tahun 2024 mendatang.” kata Dedi Haryono dihadapan peserta pembekalan, Sabtu (7/1).

Dilanjutkan oleh Dedi Haryono, hari ini materi kita adalah membedah Daerah Pemilihan (Dapil) untuk DPRD Kota dan DPRD Provinsi dari Dapil Kota Bengkulu.

Ketika disinggung mengenai upaya pengembalian sistem Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi proporsional tertutup, Dedi Haryono mengungkapkan kita tidak ingin mundur ke belakang, sistem itu di masa lalu pernah kita gunakan. “Pilihan sistem Pemilu sekarang (Proporsional Terbuka) merupakan pilihan dari perjalanan panjang sistem demokrasi yang pernah ada dan pernah kita gunakan (Orde Lama, Orde Baru dan pernah juga beberapa Pemilu di era Reformasi). Tentunya kita tidak ingin mundur ke belakang, itu masa lalu yang kita pernah menggunakannya.” ungkap Dedi Haryono.

“Yang penting itu kita perkuat Sistem Proporsional Terbuka dengan memperbaiki beberapa hal yang terkait dengan proses dan aturan, diantaranya persyaratan peserta Pemilu, verifikasi peserta Pemilu, dan partisipasi Pemilu.” pungkas Dedi Haryono.(HKS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *