Bengkulu – Kantor Bahasa Provinsi (KBP) Bengkulu melaksanakan kegiatan Pembinaan Bahasa Indonesia untuk Tenaga Tata Usaha (TU) Sekolah semua jenjang pendidikan di Kabupaten Seluma yang digelar di Hotel Arnanda, Tais pada 9 – 11 Maret 2023.
Disampaikan Ketua Panitia kegiatan M. Yusuf, S.Ag., kegiatan ini telah direncanakan sejak awal tahun karena kita tahu bahwa Tenaga TU Sekolah jarang sekali mendapatkan pelatihan kebahasaan sedangkan tugas dan tanggung jawab mereka adalah membuat surat dinas yang baik dan benar di sekolah.
“Koordinasi telah kita lakukan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma untuk peserta jenjang SD dan SMP, serta Cabang Dinas
Wilayah VI, Kabupaten Seluma untuk peserta jenjang SMA dan SMK.” sampai Yusuf, Sabtu (11/3).
Asisten Adminstrasi Umum, Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma, Riduan Sabrin, S.T., yang membuka kegiatan ini secara resmi mengatakan sebagai perwakilan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma sangat mendukung kegiatan dan mengucapkan terima kasih kepada KBP Bengkulu yang selalu melibatkan Kabupaten Seluma dalam setiap kegiatannya.
“Sebagai lembaga pemerintah, tentu kita harus menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dengan mengutamakan bahasa Indonesia dan
memperhatikan penulisan bahasa pada papan informasi publik dan surat-surat kedinasan lainnya.” kata Riduan Sabrin.
Sementara itu diungkapkan Kepala KBP Bengkulu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., yang akrab disapa Lely bahwa KBP akan terus melakukan kegiatan
penyuluhan kebahasaan di semua lembaga yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu, termasuk lembaga pendidikan karena telah menjadi salah satu program prioritas yaitu pembinaan bahasa di lembaga pemerintah dan swasta serta dokumen-dokumen lembaga. “Dalam kegiatan ini akan menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidang kebahasaan dan persuratan yang melibatkan akademisi dari Universitas Bengkulu (UNIB) bahkan salah satu narasumber yang memberikan materi di hari pertama didatangkan langsung dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra,
Badan Bahasa, Jakarta.” ungkap Lely.
“Materi terkait kebahasaan juga akan dibuat sangat menarik oleh para narasumber sehingga mampu menambah semangat para peserta dalam belajar ilmu
kebahasaan yang mungkin saja sudah terlupakan.” pungkas Lely.(HKS)















