Alaku
Alaku
Daerah  

Setelah Aksi Begal, Bupati Fikri Ajak Perangkat Desa hingga Tokoh Masyarakat ‘Amankan Lembak’

Cloud Hosting Indonesia

Rejang Lebong, Radar Informasi News, – Aksi begal kembali terjadi di jalur lintas Curup–Lubuklinggau, tepatnya di kawasan Lembak, dalam beberapa hari terakhir. Kejadian ini tak hanya memicu kecemasan warga, tetapi juga memunculkan kekhawatiran lebih luas terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, menyampaikan pernyataan tegas. Ia menekankan bahwa keamanan wilayah adalah pondasi utama pembangunan, terutama ketika pemerintah daerah tengah mendorong pengembangan sektor pariwisata di Rejang Lebong.

“Kita minta seluruh perangkat desa, kecamatan, dan para tokoh masyarakat, ayoo kita sama-sama jaga daerah kita masing-masing. Insya Allah Lembak akan bangkit dengan potensi luar biasa yang kita miliki. Itu PR kita bersama, bukan hanya APH untuk menjaga keamanan,” ujar Bupati Fikri.

Menurut Fikri, potensi wisata alam di Rejang Lebong, khususnya wilayah lintas Curup–Lubuklinggau cukup besar untuk dikembangkan menjadi magnet kunjungan. Namun, semua upaya tersebut akan terhambat bila masyarakat maupun wisatawan merasa tidak aman melintasi jalur utama daerah tersebut.

Ia menegaskan bahwa persoalan begal tidak hanya merusak rasa aman, tetapi juga berpotensi menghambat arus wisata, distribusi perdagangan, serta kepercayaan investor. Kondisi itu, menurutnya, dapat memberi dampak berantai terhadap ekonomi masyarakat.

“Tak ada wisata tanpa rasa aman. Orang tidak akan datang jika daerahnya dianggap rawan. Begitu juga pelaku usaha dan investor. Karena itu kita harus memastikan Rejang Lebong, khususnya wilayah Lembak kembali kondusif,” tegasnya.

Fikri menyerukan penguatan community security, yakni pola kerja kolaboratif antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat. Ia mendorong perangkat desa untuk memperkuat ronda terpadu, mempercepat sistem pelaporan dini, dan membangun ruang komunikasi yang aktif dengan pihak kepolisian.

Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah program pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal yang berbasis potensi kampung. Lembak termasuk salah satu titik yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi di wilayah timur Rejang Lebong. Karena itu, ia menilai keamanan harus menjadi komitmen bersama, bukan sekadar tugas aparat penegak hukum.

“Lembak punya kekuatan besar. Jangan sampai terhambat hanya karena kita lengah menjaga kampung sendiri,” pungkasnya.(arie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *