Benģkulu, – Jenazah Almarhum Wandri salah seorang warga Kabupaten Benģkulu Selatan (BS) di Provinsi Benģkulu saat ini masih di Malaysia hampir 2 Minggu namun belum juga sampai ke BS. Yang mana dikabarkan sejak 22 April 2024 yang lalu dinyatakan Meninggal Dunia (MD) akibat kecelakaan di Malaysia,Tenaga Kerja Asing(TKI) asal Bengkulu Selatan tepatnya dari desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna belum bisa dipulangkan karena terkendala dana(ongkos pemulangan jenazah).
Kepala Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna, Ahmad Narjon mengatakan saat ini jenazah almarhum masih berada di rumah sakit Batu Phat Johor Baru Malaysia,hal itu dibuktikan dari kesaksian TKI juga asal Keban Jati bernama Susi bahwa jenazah tersebut memang benar atas nama Wandri.
“Saat ini kami sebagai Pemerintah desa tidak berdiam diri,telah berusaha mengumpulkan dana untuk kepulangan jenazah,tetapi karena kondisi sampai hari ini belum bisa dipulangkan,rencananya Senin (06/05) nanti rencananya kita akan berusaha memulangkannya,”papar Narjon saat dihubungi Sabtu(4/5).
Dana yang dibutuhkan cukup besar,sekitar Rp.50 jutaan,sampai saat ini baru terkumpul Rp.30 juta,itupun didapatkan dari bantuan Pemerintah,tetangga,sanak saudara dengan cara meminjam.Dari dana tersebut masih cukup besar yang harus dikumpulkan dan mengharapakan kalau ada dermawan yang ingin membantu bisa menghubgi pihak Pemerintah Desa.
Kesulitan mendapatkan dana kepulangan jenazah,karena kondisi keluarga yang memang kurang mampu,bahkan sang istri pun cacat,dan setiap bulannya memang mendapatkan bantuan dari Pemerintah, hak itulah yang membuat hampir dua pekan atau dua Minggu ini jenazah belum bisa dipulangkan.
“Apalagi saat ini,jenazah Almarhum juga TKI Ilegal,tetapi bagaimanapun kami berharap jenazah bisa cepat pulang dan bisa kami kebumikan di Desa Keban Jati.Untuk itu dalam beberapa hari ini kami terus mengumpulkan donasi agar nantinya jenazah bisa cepat pulang,” ujar Narjon.(Iwan)















