Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Bawaslu Kota Bengkulu dan Mafindo Berkolaborasi Perkuat Literasi Digital Cegah Hoaks

Cloud Hosting Indonesia

​Bengkulu, – Ancaman disinformasi di ruang digital yang kian masif memicu kolaborasi strategis antara otoritas pengawas pemilu dan pegiat literasi di Bumi Semarak. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu resmi menjalin sinergi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bengkulu guna memperkuat benteng pertahanan informasi masyarakat melalui literasi digital.

​Langkah preventif ini dibahas dalam kunjungan silaturahmi DPW Mafindo Bengkulu ke kantor Bawaslu Kota Bengkulu pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan ini merumuskan langkah taktis dalam memitigasi penyebaran hoaks yang seringkali mengganggu kondusivitas publik.
​Sekretaris DPW Mafindo Bengkulu, Iyud Dwi Mursito, yang hadir didampingi relawan Oka Ridiansyah dan Mika Oktarita, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama dalam menghadapi serangan informasi palsu.
​”Kami membawa misi untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat di Bengkulu. Melalui sinergi dengan Bawaslu, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga memiliki kemampuan verifikasi yang mumpuni,” ujar Iyud.
​Kedatangan tim Mafindo disambut langsung oleh jajaran Komisioner Bawaslu Kota Bengkulu, yakni Leka Yunita dan Ahmad Maskuri, beserta staf sekretariat. Dalam diskusi tersebut, kedua lembaga merencanakan agenda pelatihan bersama guna membekali warga dengan keterampilan memilah informasi.

​Anggota Bawaslu Kota Bengkulu, Leka Yunita, menyambut positif inisiatif ini dan menekankan pentingnya peran serta komunitas dalam mengawasi arus informasi di media sosial.

​”Kami sangat terbuka dan siap berkolaborasi dengan Mafindo. Langkah ini sangat penting untuk memastikan ruang digital kita bersih dari informasi yang menyesatkan. Dengan literasi yang baik, kita bisa mencegah potensi perpecahan akibat hoaks di masyarakat,” tegas Leka.
​Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertemuan formal, tetapi segera diimplementasikan dalam bentuk program edukasi berkelanjutan yang mampu menjangkau hingga ke tingkat akar rumput di Kota Bengkulu.(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *