Rejang Lebong, – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mendorong komoditas kopi Bengkulu untuk terus memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Hal tersebut disampaikannya saat membuka pelatihan wartawan ekonomi yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Bank Indonesia dan Media dalam Mengkomunikasikan Kebijakan dan Mengangkat Potensi Ekonomi Daerah”. Menurut Wahyu, media memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai potensi ekonomi daerah kepada masyarakat luas, termasuk komoditas unggulan kopi Bengkulu.
Wahyu mengatakan, kopi yang dipasarkan untuk kebutuhan ekspor memiliki standar dan persyaratan yang jauh lebih ketat dibandingkan kopi untuk konsumsi sehari-hari. Mulai dari proses budidaya hingga kualitas hasil panen harus memenuhi berbagai ketentuan dan melalui proses verifikasi.
“Kalau ekspor itu kualitasnya beda dengan konsumsi harian. Ada banyak standar dan banyak verifikasi. Untuk ekspor kopi Kepahiang ke Italia, banyak yang harus dipenuhi,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, kopi yang akan diekspor harus berasal dari lahan yang memenuhi standar kualifikasi. Menurutnya, Bengkulu memiliki banyak potensi kopi berkualitas yang dapat dikembangkan untuk menembus pasar global.
Wahyu optimistis volume ekspor kopi Bengkulu ke depan akan terus meningkat. Ia bahkan berharap kopi Bengkulu mampu menjadi salah satu produk yang dikenal luas oleh konsumen internasional.
“Nanti saya berharap kalau ditanya nama kopi Bengkulu, muncul di Starbucks dan yang lainnya. Kita berharap kopi Bengkulu terus go international dan kesejahteraan petaninya juga meningkat,” katanya.
Selain sektor perkebunan, Wahyu menyebut kondisi perekonomian Bengkulu saat ini berada dalam jalur positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bengkulu tercatat tumbuh 5,11 persen dan menjadi pertumbuhan tertinggi keempat di Sumatera.
“PDRB kita alhamdulillah cukup tinggi, 5,11 persen, peringkat keempat di Sumatera. Kita sudah on the track, inflasi terkendali,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, wartawan juga mendapatkan pelatihan menjadi barista. Wahyu berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi membuka peluang kolaborasi dan usaha baru.
“Bisa saja nanti ada UMKM baru, wartawan jadi barista,” pungkasnya.(Raffa)















