Bengkulu – Pasca harga muatan ongkos batu bara di Tambang Bengkulu belum menemui titik teŕang. Mayoritas Supir Batu Bara di Bengkulu saat ini melakukan muatan Batu Bara di Kabupaten Sarolangun Jambi.
Meski, melakukan muatan batu bara di Jambi. Para supir truk Bengkulu saat ini mengeluhkan aktivitas Pungutan Liàr yang terjadi di Desa Karang Mendapo (Karmen), Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun.
Salah satu supir truk asal Bengkulu Megik Saputra (31) mengatakan, pungutan liaŕ yang dilakukan oknum tersebut rata rata meminta uang yang bervaŕiasi.

“Kadang minta 5000 setiap supir truk kadanģ 10.000 gak nentu. Kadang mereka gak dikasih ngejar kami (supir) pakai motor sering kalu di lokasi Karmen ini” Ucap Megik
Senada yang disampaikan Megik, Adi Putra (35) warga Kota Bengkulu juga menyayangkan pungutan liar di lokasi tersebut.
“Kalu kami diminta ongkos seperti ini terus uang yang kami hasilkan dari narik batu bara ini ya tidak sebanding ketika sampai dirumah, ya kami harap segera ada tindakan” Tutup Adi. (Iwan/Tedy)















